Cegah Investasi Bodong, Aher Ajak Warga RI Melek Pasar Modal

Oleh Bawono Yadika pada 27 Feb 2018, 11:47 WIB
Diperbarui 01 Mar 2018, 11:13 WIB
Aher Kecam Pengakuan Sepihak Amerika Serikat Terkait Yerusalem

Liputan6.com, Jakarta Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher mengajak masyarakat untuk menanamkan modal di instrumen investasi saham atau lainnya yang terdaftar di pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini untuk menghindari kasus penipuan investasi bodong yang merugikan masyarakat.

"Pengenalan masyarakat terhadap pasar modal perlu ditingkatkan karena ini bisa mendukung pembiayaan pembangunan. Pasar modal juga harus ditingkatkan karena merupakan investasi jangka panjang," kata Aher di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai alternatif produk investasi di pasar modal, seperti saham dan produk lainnya yang menguntungkan. Jadi tidak melulu menabung di bank.

"Kita harus beri literasi keuangan supaya masyarakat lebih aware dengan pasar modal. Entah itu saham, obligasi, sukuk, reksa dana, dan lainnya. Jadi masyarakat punya pilihan lain selain menabung di bank, contohnya di saham supaya lebih untung besar, tapi cost of fund-nya kecil," jelas Aher.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk berinvestasi pada produk-produk yang sudah terdaftar secara resmi di pasar modal Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini guna menghindari maraknya investasi bodong.

"Belilah saham yang sudah terdaftar di bursa supaya enggak kena saham bodong. Jadi masyarakat semakin rasional ketika membeli sesuatu karena kalau untung terlalu cepat, rasional atau tidak, harus curiga. Karena harga pasar bisa dikenali secara wajar," tuturnya.

Dengan demikian, Aher berharap agar BEI dapat mempermudah proses perusahaan-perusahaan yang ingin mencatatkan saham perdana. Termasuk bagi pemerintah daerah untuk memproses penerbitan obligasi.

"Jangan ragu investasi di pasar modal atau BEI, tapi juga hati-hati," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

2 of 2

Satgas Investasi: Jangan Percaya Arisan Online Tawarkan Untung Besar

Ilustrasi investasi Bodong
Ilustrasi investasi Bodong (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan arisan online yang menawarkan keuntungan sampai 50 persen. Hal ini menyusul penipuan arisan online "Mama Yona" yang menjerat 600 anggotanya dan kerugian mencapai Rp 15 miliar.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengimbau secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk tidak ikut arisan online yang mengiming-imingi imbal hasil atau keuntungan menggiurkan.

"Kami imbau masyarakat tidak ikut arisan online yang mengimingi atau mendapatkan imbal hasil tinggi atau kalau sudah dapat arisan, maka tidak perlu bayar lagi. Ini jelas-jelas penipuan," tegasnya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Tongam lebih jauh menjelaskan, modus arisan online dalam mengumpulkan massa dan menjerat korban adalah dengan menawarkan anggota arisan dengan imbal hasil hingga 50 persen. Modus ini pula yang dipakai grup arisan Mama Yona.

"Modus arisan Mama Yona adalah mengiming-imingi imbal hasil tinggi. Dalam satu putaran atau 10 hari bisa mendapat keuntungan 50 persen dari jumlah dana yang dimasukkan," papar Tongam.

Menurutnya, Satgas Waspada Investasi selalu bergerak apabila ada informasi atau pengaduan masyarakat. Masalahnya, kata dia, arisan online selama ini dilakukan secara tertutup dalam kelompok Facebook maupun WhatsApp.

"Saat belum ada kerugian, maka kami tidak mendapatkan informasi kegiatan ini. Tapi kami baru mengetahui apabila sudah ada korban," dia berujar.

Tongam menuturkan, grup arisan online di Indonesia tidak hanya satu. Sudah ada beberapa arisan online yang memakan korban dan kasus penipuan tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.

"Beberapa arisan online yang memakan korban terjadi di berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Bangka Belitung, Kalimantan Timur yang sudah ditangani Polisi," terangnya.

Dia meminta partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan informasi jika ada penawaran arisan online yang diduga merugikan masyarakat.

"Kami selalu melakukan pencegahan dan mengimbau kepada masyarakat agar segera menyampaikan informasi apabila ditemukan penawaran arisan online yang diduga merugikan masyarakat," tandas Tongam.

Lanjutkan Membaca ↓