Bangun Bandara Bali Utara Butuh Investasi Rp 27 Triliun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 22 Feb 2018, 16:29 WIB
Diperbarui 22 Feb 2018, 16:29 WIB
20160412-pesawat terbang
Perbesar
Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.

Liputan6.com, Jakarta Airport Kinesis sebagai konsultan sekaligus investor Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) menyiapkan dana hingga Rp 27 triliun untuk membangun bandara di Buleleng tersebut.

Chief Technical Officer Airports Kinesis Shad Sharroune mengungkapkan alokasi Rp 27 triliun akan bersumber dari berbagai pendanaan di seluruh dunia.

"Semua itu untuk pembangunan infrastruktur bandara. Kami akan cari sumber pendanaan di dunia, terutama Timur Tengah karena kami punya koneksi kuat di sana," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Bandara ini direncanakan akan dibangun di atas laut. Alasan pembangunan terletak di atas laut karena banyaknya pura dan situs bersejarah di wilayah Buleleng.

Meski di atas laut, BIBU ini akan membutuhkan lahan atas air sekitar 1.060 hektare (ha) dan dirancang memiliki runway dengan panjang 4.100 meter.

"Tentunya kami tidak akan bangun bandara sebesar Soekarno-Hatta, akan tetapi memiliki fasilitas yang tak kalah dan terus berkembang ke depannya," tambah dia.

 

Mampung Tampung Pesawat Besar

Boeing 737 Max 8 memiliki beberapa kelebihan di banding pesawat jenis boeing sebelumnya. (Liputan6.com/Vina A Muliana)
Perbesar
Boeing 737 Max 8 memiliki beberapa kelebihan di banding pesawat jenis boeing sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Operasional BIBU Tulus Pranowo mengatakan, dengan desain yang sudah ada, bandara ini nantinya mampu menampung pesawat-pesawat berbadan besar layaknya Boeing 777.

Dia pun berharap Kementerian Perhubungan segera memgeluarkan rekomendasi mengenai penetapan lokasi (penlok) bandara tersebut agar pembangunannya bisa segera berlangsung.

Pembangunan bandara ini juga dikatakan sepenuhnya dibiayai swasta.

"Kami sudah penuhi segala persyaratannya, kalau ini sudah keluar kami bisa kerjakan dengan cepat. Ini swasta yang kerjakan, jadi tidak menggunakan APBN," dia menandaskan. 

Lanjutkan Membaca ↓