Harga Tinggi, Generasi Muda Makin Sulit Punya Rumah

Oleh Agustina Melani pada 21 Feb 2018, 07:45 WIB
Diperbarui 21 Feb 2018, 07:45 WIB
Property Rumah
Perbesar
Ilustrasi Foto Property Rumah (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kepemilikan rumah di kalangan anak muda atau generasi milenial anjlok. Hal itu berdasarkan penelitian dilakukan Institute for Fiscal Studies (IFS).

Berdasarkan penelitian itu, hanya 27 persen orang dewasa berpenghasilan menengah berusia 25-34 tahun memiliki rumah pada 2016. Angka ini turun 65 persen di antara kelompok usia yang sama pada pertengahan tahun 90-an.

Penelitan itu dilakukan pada generasi muda yang sekitar 20 persen sudah berumah tangga. Penghasilannya sekitar 22.200-30.600 pound sterling per tahun.

Ditemukan dari penelitian itu, seseorang lahir pada akhir 1980-an kurang memiliki rumah. Seperempat orang lahir pada akhir 1980-an memiliki rumah ketika berusia 27 tahun. Sedangkan kelahiran 70 an memiliki rumah sekitar 33 persen dan 43 persen bagi orang lahir pada akhir 1970-an.

"Kepemilikan rumah di antara orang dewasa muda jatuh dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun terutama yang punya penghasilan menengah," kata Andrew Hood, Ekonom Senior IFS, seperti dikutip dari laman the Independent, seperti ditulis Rabu (21/2/2018).

IFS mengatakan, kepemilikan rumah oleh generasi muda jatuh di setiap wilayah negara. Paling besar turun di Timur-Tenggara London, Inggris.

Seseorang berusia 25-34 tahun memiliki rumah sendiri turun dari 64 persen menjadi 32 persen di Tenggara. Sedangkan lebih dari 10 persen di wilayah lain di Inggris.Penurunan kepemilikan rumah tersebut dinilai karena pendapatan orang dewasa muda sekarang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata harga rumah.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Property Rumah
Perbesar
Ilustrasi Foto Property Rumah (iStockphoto)

IFS menyebutkan, selama 20 tahun terakhir, rata-rata harga rumah tumbuh sekitar 7 kali lebih cepat dari pada rata-rata pendapatan orang dewasa muda.

Di Inggris, harga rumah lebih tingga dua kali pada 2015-2016. Sedangkan pendapatan rata-rata keluarga setelah pajak terutama bagi pekerja berusia 25-34 tahun hanya tumbuh 22 persen.

Rata-rata harga rumah naik empat kali dari rata-rata penghasilan tahunan setelah pajak. Bahkan harga rumahhampir 40 persen dari 10 kali pendapatan generasi berusia 25-34 tahun.

Oleh karena itu, generasi muda berasal dari latar belakang orang kaya dinilai lebih beruntung untuk memiliki rumah sendiri. Antara 2014-2017, 30 persen anak berusia 25-34 tahun yang orangtuanya berketerampilan rendahhanya 30 persen memiliki rumah.

Sedangkan bagi orangtua memiliki keterampilan tinggi mencapai 43 persen sudah memiliki rumah sendiri.

Lanjutkan Membaca ↓