Ini Sebab Proyek Kereta Api Kalimantan Tak Berjalan Mulus

Oleh Septian Deny pada 12 Feb 2018, 20:35 WIB
Diperbarui 14 Feb 2018, 20:13 WIB
Menhub dan Mendagri Gelar Rakor Angkutan Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Proyek pembangunan rel kereta api Kalimantan tak berjalan mulus. Padahal, pembangunan rel kereta api ini masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu hambatan dari pembangunan proyek tersebut adalah anjloknya harga batu bara dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat investor yang akan membangun proyek ini menahan keinginannya.

Sebab, salah satu tujuan pembangunan rel kereta tersebut adalah untuk mengangkut komoditas bata bara.

"Saya pikir yang agak ini itu proyek kereta api karena kereta itu ada beberapa, kereta api Kalimantan yang diinisiasi swasta, cuma karena harga batu bara belum baik maka belum dilaksanakan," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Meski tidak ada berjalan mulus, lanjut Budi, pemerintah belum akan mencoret kereta api Kalimantan ini dari daftar proyek strategis nasional. Sebab, pemerintah masih melihat kemungkinan proyek tersebut bisa terwujud.

"Tidak dicoret, karena mereka minta jaminan dan kita tidak bisa beri," dia meyakini.

Menurut dia, jika nantinya harga batu bara mulai mengalami perbaikan dan bisnis di sektor pertambangan di Kalimantan kembali menggeliat, diharapkan proyek kereta api ini bisa segera terlaksana.

"Saya belum bicara detail dengan itu, kerena dari investornya selalu datang tapi di akhirnya selalu minta jaminan pemerintah. Itu saya akan finalisasi lagi. Karena kan sebenarnya antara kita ingin dengan tidak mau memberikan suatu jaminan. Jadi biarkah itu di situ, siapa tahu nanti pada saat harga batu bara bagus mereka akan mau tanpa jaminan. Itu aja, antara ingin tapi saya juga meniadakan inproyek strategis nasional," tandas dia.

Tonton Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Pemerintah Fokus Bangun Proyek Infrastruktur Ini pada 2018

Jalur Kereta Bandara Soetta
Suasana kereta api Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Selasa (6/2). Akibat longsor di Underpass Perimeter Selatan mengakibatkan jalur kereta bandra harus di tutup agar tidak terjadi longsor susulan.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemerintah akan fokus menggarap proyek pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati di tahun ini. Dengan demikian, proyek-proyek tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi paling lambat awal 2019.

Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi mengatakan, beroperasinya kedua infrastruktur tersebut diharapkan akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Baik Patimban maupun Kertajati diharapkan bisa menjadi hub untuk kegiatan logistik di dalam negeri hingga ekspor ke negara lain.

‎"Saya pasti akan selesaikan Patimban dan Kertajati itu akan jadi hub baru untuk ekspor kita. Dengan Patimban beroperasi awal 2019 kemacetan berkurang dan ini akan bersinergi dengan Kertajati. Investornya sudah jelas, dananya sudah jelas," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Selain itu, sejumlah proyek infrastruktur seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya dan proyek infrastruktur di Sulawesi seperti kereta api juga diharapkan bisa dimulai pada 2018.‎

"Kemudian (kereta cepat) Jakarta-Surabaya akan dilakukan. Infrastruktur di Sulawesi saya sedang tawarkan ke investor prasarananya akan saya lakukan nanti mereka akan lakukan sarananya. Kemungkinan mau China atau Korea," kata dia.

Selain di Sulawesi, pemerintah juga akan memastikan proyek kereta api di Kalimantan juga diharapkan mulai ada kepastian pembangunannya pada 2018.

"Di Kalimantan dari Rusia dan China tiba tiba ingin ketemu saya. Ini kereta komersial, saya bilang enggak ada dari APBN," kata dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓