Sri Mulyani Raih Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia

Oleh Septian Deny pada 11 Feb 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 13 Feb 2018, 15:13 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang berlangsung di Dubai, Uni Arab Emirates.(Dok Kemenkeu)
Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang berlangsung di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada 2016.

Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit. 

Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut.

Dia mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya dibidang ekonomi. 

Sri Mulyani juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan.

"Berbagai upaya reformasi kebijakan telah dicanangkan di Kementerian Keuangan, bertujuan untuk mendorong kebijakan fiskal menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Reformasi birokasi di Kementerian Keuangan juga sudah membuahkan banyak hasil," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

World Government Summit merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan di Dubai, UAE, dan melibatkan segenap pemimpin pemerintahan dari seluruh dunia. Ini juga menjadi forum dialog global tentang proses pemerintahan dan kebijakan publik serta kaitannya dengan teknologi, inovasi, dan topik lain.

Forum tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara pejabat pemerintah, penentu kebijakan, pakar, dan pimpinan sektor swasta untuk melihat tren masa depan dan implikasinya bagi kemanusiaan. 

World Government Summit dihadiri lebih dari oleh lebih dari 4000 peserta dan 90 pembicara dari 150 negara dan lembaga internasional.

Melalui dukungan pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, World Government Summit dimulai oleh sekelompok ahli dari berbagai bidang sebagai upaya untuk membawa segenap pemimpin pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam satu forum bersama. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kehidupan 7 miliar penduduk dunia. 

 
2 dari 2 halaman

Jurus Sri Mulyani Jaga Ekonomi RI supaya Tahan Guncangan

Menkeu Jelaskan Ekonomi Indonesia di Ajang Mandiri Investment Forum 2018
Menkeu Sri Mulyani Indrawati memaparkan data dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta, Rabu (7/2). Acara ini dihadiri oleh lebih dari 600 investor, termasuk 50 investor yang tercatat mengelola portofolio asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan tetap menjaga kondisi makro ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan selama ini. Hal tersebut diharapkan mampu membuat ekonomi Indonesia tahan terhadap guncangan.

"Indonesia akan tetap menjaga dari sisi kebijakan fiskal policy, monetery policy, policy dari BI (Bank Indonesia) dan makro ekonomi," ujar ‎dia di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan terus melakukan reformasi di berbagai bidang seperti investasi. Hal tersebut diharapkan memperkecil potensi guncangan pada perekonomian Indonesia akibat ketidakstabilan ekonomi global.

"Serta fokus kepada reform. Hal tersebut akan menyebabkan apa yang disebut vurnelabilty atau kerawanan dan kepekaan Indonesia terhadap berbagai shocks jadi lebih mengecil," kata dia.

Dengan beragam upaya tersebut, kata Sri Mulyani, diharapkan bisa membuat lembaga pemeringkatan internasional seperti Moody's melihat Indonesia secara lebih positif.

"Ini berarti kita harapkan akan membuat rating agency akan melihat sebagai suatu positif," ucap Sri Mulyani. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 akan mencapai 5,4 persen seperti yang telah ditargetkan.‎ Asalkan, tren pertumbuhan investasi dan ekspor yang tengah meningkat bisa terus di jaga pada tahun ini.

Sri Mulyani menyatakan, pada 2017 pertumbuhan investasi tercapai mencapai 6,15 persen. Jika tren pertumbuhan ini bisa terus dijaga lebih tinggi lagi, ini akan menjadi penopang yang kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

"Momentum yang kami lihat untuk semester I, investasi akan terus terjaga. Kalau investasi bisa naik terus di atas 6 persen bahkan bisa mendekati 7,5 persen, tadi yang disebutkan perbankan sudah mulai membaik, pasar modal tetap tinggi, maka kalau bisa stabil kami optimistis bisa mendapatkan pertumbuhan investasi di atas 7 persen," ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 5 Februari 2018.

Lanjutkan Membaca ↓