Saham Kesehatan Jadi Pemberat Gerak Wall Street

Oleh Arthur Gideon pada 31 Jan 2018, 05:15 WIB
Diperbarui 02 Feb 2018, 05:13 WIB
Perdagangan Saham dan Bursa

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street terjatuh berturut-turut dalam dua hari pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Dow Jones mencatatkan penurunan dua hari terbesar sejak September 2016.

Pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena tekanan dari saham-saham di sektor kesehatan dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Mengutip Reuters, Rabu (31/1/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 362,59 poin atau 1,37 persen menjadi 26.076,89. Untuk S&P 500 kehilangan 31,1 poin atau 1,09 persen menjadi 2.822,43.

Sedangkan Nasdaq Composite turun 64,02 poin atau 0,86 persen menjadi 7.402,48.

Dow Jones mengaolami penurunan presentase harian terbesar sejak Mei 2017 dan penurunan 1,37 persen pada perdagangan har ini merupakan penurunan satu hari terbesar kedua sejak pemilihan Presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump.

Hasil obligasi pemerintah AS naik ke level tertinggi setelah mulainya pertemuan dua hari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) yang akan menjelaskan mengenai kenaikan prospek ekonomi dan tingkat suku bunga Bank Sentral.

"Investor memberikan sentimen bahwa suku bunga akan naik," jelas analis Schroders New York, Jonathan Mackay. Maka mau tidak mau pasar saham pun juga mengejar sentimen tersebut," tambah dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

2 of 2

Saham Kesehatan

Perdagangan Saham dan Bursa
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Saham kesehatan tertekan pada perdagangan selasa setelah adanya berita bahwa Amazon.com Berkshire Hathaway Inc dan JPMorgan Chase & Co bersama-sama akan membentuk perusahaan layanan kesehatan untuk membantu mengendalikan biaya mereka.

Sektor kesehatan dalam indeks S&P 500 menjadi pecundang terbesar di antara 11 sektor utama lainnya. Sektor ini turun 2,13 persen.

MetLife Inc turun 8,6 persen dan merupakan penurunan persentase terbesar harian harian di S&P 500 setelah berita Komisi Sekuritas dan Bursa Efek AS sedang menyelidiki kegagalan perusahaan asuransi untuk membayar pensiun beberapa pekerja.

UnitedHealth Group Inc menjadi hambatan terbesar di Dow Nones dengan turun 4,3 persen. Pfizer Inc turun 3,1 persen meskipun pendapatannya lebih baik dari perkiraan.

Harley-Davidson Inc ditutup turun 8,0 persen setelah mengumumkan akan menutup pabrik Kansas City dalam menghadapi penurunan penjualan.

Apple Inc turun untuk hari kedua, turun sebesar 0,6 persen karena berita bahwa Departemen Kehakiman AS dan Securities and Exchange Commission sedang menyelidiki pengungkapan perusahaan sehingga memperlambat iPhone yang lebih tua dengan baterai yang lesu.

Lanjutkan Membaca ↓