Airnav Indonesia Didik Putra Papua Jadi Tenaga Navigasi

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 26 Jan 2018, 11:20 WIB
Diperbarui 28 Jan 2018, 11:13 WIB
Gedung Airnav

Liputan6.com, Tasikmalaya - AirNav Indonesia tengah gencar meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan penerbangan di tanah Papua. Demi menunjang hal itu, AirNav membutuhkan tambahan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Salah satu cara AirNav Indonesia dalam memenuhi SDM ini dengan mendidik putra dan putri Papua menjadi tenaga navigasi yang handal. Tahun ini menjadi tahun ke-2 dalam pelaksanaan program pemberdayaan lokal tersebut.

Direktur Utama AirNav Indoensia Novie Riyanto mengatakan, dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar, berhasil meluluskan 27 putra/putri papua menjadi tenaga navigasi di wilayah Papua itu sendiri pada 2017.

"Program kita mendidik saudara kita di Papua menjadi orang navigasi, kita beri beasiswa sehingga mereka profesional. Mereka akan menjadi pionir, mulai dari pilot, ATC hingga petugas komunikasi sederhana," kata Novie di Tasikmalaya, Jumat (26/1/2018).

Selama ini, AirNav Indonesia masih mempekerjakan beberapa petugas navigasi di wilayah Papua berasal dari Jawa. Dengan ada program ini, ke depan jumlah pekerja yang dari luar wilayah Papua akan dikurangi.

Oleh karena itu, perusahaan mengaku akan meningkatkan jumlah rekrutmen putra dan putri Papua pada 2018. Pada 2018-2019, setidaknya akan ada 200 petugas navigasi baru yang asli dari Papua.

"Tahun ini kita tingkatkan anggaran kita untuk mendidik saudara kita di Papua menjadi Rp 2,5 miliar," tegas Novie.

Dalam perekrutan oleh Airnav, akan dilakukan secara terbuka oleh perusahaan. Dengan masa pendidikan selama 9-10 bulan. Adapun persyaratannya, lulusan minimal SMA dan mampu berbahasa Inggris.

Lulusan ini  akan langsung diajukan ke Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan lisensi, sebelum nantinya langsung ditempatkan di Papua.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Sistem Ini Bantu Airnav Transparan Atur Jam Pesawat Terbang

Penerbangan
Ilustrasi pemandangan dari dalam kabin pesawat terbang. (Liputan6.com/Alexander Lumbantobing)

Sebelumnya, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia menyatakan pengelolaan waktu terbang (slot time) berlangsung secara online, melalui sistem aplikasi Chronos dengan mengedepankan transparansi.

Sistem aplikasi Chronos adalah sistem aplikasi real slot yang dibuat AirNav Indonesia dan telah terkoneksi dengan sistem Flight Approval (ijin rute) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Sistem Chronos ini seluruh maskapai memiliki akses langsung untuk mengajukan slot, merubah slot hingga membatalkan slot. Dan ini semua online, real time serta transparan," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Didiet KS Radityo kepada wartawan, Jumat 15 Desember 2017.

Dengan aplikasi tersebut, setiap maskapai secara bersamaan bisa melihat dan mengakses pada tampilan yang sama sehingga setiap upaya kecurangan, jika ada, akan terlihat oleh lainnya.

Didiet menegaskan, ini merupakan komitmen AirNav untuk transparan dalam pengaturan waktu terbang dan meningkatkan layanan kepada seluruh pengguna jasa.

Pengelolaan slot time, lanjutnya, sesuai dengan KP 112 tahun 2017 tentang Tata Cara Pengelolaan Alokasi Ketersediaan Waktu Terbang (Slot Time) Bandara.

Untuk penerbangan reguler, maskapai telah mendapat izin terbang dan slot dari Direktorat Angkutan Udara berdasarkan periode terbang, baik winter maupun summer.

Lanjutkan Membaca ↓