PUPR Kembangkan Pembangunan Perumahan di Maja

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 25 Jan 2018, 11:31 WIB
Diperbarui 25 Jan 2018, 11:31 WIB
Property Rumah
Perbesar
Ilustrasi Foto Property Rumah (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) terus melanjutkan pembangunan kawasan kota mandiri di Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Langkah ini untuk menahan laju urbanisasi ke Jakarta.

Proyek pembangunan Kota Baru Maja yang dilakukan pihak swasta, yakni Ciputra Group itu akan menyelesaikan 1.000 unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada tahun ini.

Demi memastikan hal tersebut, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR akan melaksanakan kunjungan kerja sembari mengecek kesiapan Cluster MBR dan rumah contoh FLPP di Perumahan Citra Maja Raya, Kamis (25/1/2018).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sempat mengatakan, perumahan di Maja itu merupakan salah satu proyek dari 10 kota mandiri yang dikembangkan secara bertahap oleh pemerintah. "Inisiatif ini sekaligus menahan urbanisasi ke Jakarta," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Ciputra Residance Mary Octo Sihombing menyebutkan, rumah-rumah tersebut akan dikenakan uang muka (DP) sebesar 1 persen, dengan bunga 5 persen sampai pencicilan lunas.

"Pembayaran rumah di Kota Baru Maja ini masih sesuai program pemerintah tentang KPR subsidi, yang pasti itu KPR subsidi untuk MBR," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Kawasan Kota Baru Maja Sediakan 10 Ribu Unit Rumah

Property Rumah
Perbesar
Ilustrasi Foto Property Rumah (iStockphoto)

Kawasan Kota Baru Maja dikerjakan di atas lahan seluas 2 ribu hektare, dan direncanakan mampu menampung hingga 1,2 juta jiwa jika sudah rampung. Pada tahun lalu, pembangunan 10 ribu unit rumah telah dilakukan secara bertahap.

Tercatat, dari 10 ribu unit rumah yang disediakan, 8 ribu di antaranya ditujukan khusus kepada MBR non subsidi dengan harga di bawah Rp 200 juta. Adapun sisanya, difungsikan sebagai bangunan komersial.

Tidak jauh dari kota baru tersebut, terdapat akses transportasi umum berupa Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Abang-Rangkasbitung, dengan tempat pemberhentian di Stasiun Maja. Nantinya, kawasan ini juga akan dilalui oleh jalan tol Serpong-Balaraja yang terbagi dalam tiga seksi, serta jalan arteri Pamulang-Parung Panjang-Maja.

Selain itu, Kota Baru Maja akan didukung Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) Rangkasbitung. Pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak yang akan selesai pada 2019 juga nanti akan menyuplai kebutuhan air baku di sana sebesar 2.000 liter per detik.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait