Balkon Ambruk, Transaksi Jual Beli Saham di BEI Tetap Normal

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 16 Jan 2018, 11:26 WIB
Diperbarui 18 Jan 2018, 11:13 WIB
Lantai Balkon Tower II BEI Ambruk (Liputan 6)

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap berlangsung hari ini (16/1/2018) pasca ambruknya selasar atau balkon Tower II gedung BEI. Manajemen BEI menegaskan, peristiwa ini terjadi ini bukan karena struktur utama gedung (main structure).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, manajemen BEI telah mendapat konfirmasi pengelola gedung sehingga pencatatan saham bisa terlaksana.

"Jadi untuk kegiatan hari ini, kemarin sore kita mendapatkan konfirmasi dari pihak gedung, secara main structure gedung ini tidak ada persoalan. Kejadian kemarin terjadi di secondary structure," kata dia di BEI, Jakarta, Selasa ini.

Samsul menambahkan, BEI tetap melaksanakan kegiatan pencatatan saham seizin dari pengelola gedung. "Kami tidak akan melaksanakan acara hari ini tanpa surat konfirmasi dari penyelenggara gedung," ujar dia.

Sejalan dengan itu, Samsul mengatakan, pihak pengelola gedung juga mengantisipasi supaya peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Maka, selasar untuk Tower I pun tidak digunakan terlebih dahulu.

"Karyawan mungkin sebagian merasa trauma, tapi sudah yakinkan tempat-tempat yang rawan tidak digunakan dulu hari ini sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," dia menambahkan.

Sementara, bagi karyawan yang ingin melakukan kegiatan di Tower II harus mendapat izin dari pengelola gedung.

"Semua yang masuk ke Tower II harus melalui persetujuan dari pihak gedung. Jadi dengan kawalan pihak gedung, ada yang mau beresin uangnya, ada yang mau apa, pihak perbankan, semua harus melalui pengawalan pihak gedung," kata Samsul.

Sebagai tambahan, PT LCK Global Kedaton Tbk menjadi emiten pertama tahun ini. Saham perseroan tercatat dengan kode saham LCKM.

Pada debut perdana, saham perseroan dibuka pada level Rp 312 atau naik Rp 104 (50 persen) dibanding dengan harga penawaran sebesar Rp 208.

Saham perseroan berada pada level tertinggi Rp 312 dan terendah Rp 312. Saham perseroan ditransaksikan di BEI sebanyak 1 kali dengan volume 1. Nilai transaksi saham Rp 31.200.

Tonton Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Balkon BEI Ambruk, Korban Paling Banyak Mahasiswa

Balkon lantai 1 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk. Banyak korban mengalami luka dan patah tulang.

Korban tersebut kebanyakan adalah mahasiswa yang sedang melakukan study tour ke Gedung BEI.

"Posisi meja registrasi tepat di bawah balkon yang runtuh," kata salah satu karyawan swasta yang tengah ada di lokasi kejadian, Indra Haryono, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (15/1/2018).

Evakuasi pertama, ujar Indra, dilakukan oleh satpam Gedung BEI dan SCBD serta dibantu karyawan di lokasi kejadian.

"Ambulans datang cepat, tapi sulit dilakukan evakuasi," terang dia.

Lanjutkan Membaca ↓