Terbesar di ASEAN, PLTB Sidrap Beroperasi Februari 2018

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Jan 2018, 11:40 WIB
pembangkit-listrik-tenaga-angin-2-130515

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap ‎yang terbesar se-Asia Tenggara sudah hampir selesai. Dengan begitu, masyarakat sekitar Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa segera menikmati ‎pasokan listrik dari tenaga angin.

‎Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir mengatakan,‎ progres pembangunan PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 Mega Watt (MW) telah mencapai 90 persen. Dari target 30 Wind Turbin Generator (WTG), sudah berhasil diselesaikan 25 WTG.

"Sisanya dipastikan akan selesai pada pertengahan Februari nanti," kata Sofyan, di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Sofyan menjelaskan, PLN mengawasi setiap detail progres pembangunan. Ini dilakukan untuk memastikan PLTB pertama program 35 ribu MW ini bisa selesai sesuai target dengan kualitas yang bagus.

"Dalam pembangunanya PLTB Sidrap menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen dan berhasil menyerap tenaga kerja lebih dari 500 pekerja," ai menjelaskan. 

PLTB yang terletak di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, ini merupakan PLTB terbesar di Asia Tenggara yang masuk dalam program 35 ribu MW.

Dengan kapasitas 75 MW, PLTB ini diproyeksikan mampu melistriki 70 ribu pelanggan di Sulawesi Selatan, dengan daya listrik rata-rata 900 VA. Total akan terpasang 30 turbin di PLTB tersebut, turbin memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter.

PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan kurang lebih 100 hektar. Adanya PLTB tersebut akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan sehingga cadangan daya sistem Sulsel sebanyak 500 MW di 2018.

Sejak ditandatangani pada Agustus 2015, penyelesaian PLTB diperkirakan sesuai target, yakni 25 februari 2018.

Saat ini, kondisi kelistrikan sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mengalami surplus, dengan daya mampu 1.257,3 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Dengan demikian, PLN masih memiliki cadangan daya 207,3 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Seiring dengan telah masuknya sistem beberapa pembangkit baru, pada 2018 PLN Wilayah Sulselrabar akan memiliki cadangan daya 500 MW.

Oleh karena itu, PLN mengajak investor agar jangan ragu berinvestasi di Sulsel karena listrik surplus dan jaringan semakin andal.

Tonton Video Pilihan di Bawah Ini:

2 of 2

Tak Capai Target, Konsumsi Listrik RI di Bawah 2 Negara Tetangga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, konsumsi listrik nasional pada 2017 ‎belum mencapai target. Kondisi ini membuat konsumsi listrik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Singapura.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsama Sommeng mengatakan, realisasi konsumsi listrik Indonesia pada 2017 mencapai 1.012 kilo Watt hour (kWh) per kapita, di bawah target yang dicanangkan sebesar 1.058 kWh per kapita.

"Konsumsi listrik target 1.058 kWh per kapita, baru 1012 kWh per kapita," kata dia di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Menurut Andy, konsumsi listrik per kapita Indonesia masih jauh lebih rendah dari negara tetangga. Berdasarkan data International Energy Agency 2016, konsumsi listrik Malaysia ‎4.640 kWh per kapita sedangkan Singapura 8.950 kWh per kapita.

‎"Di Malaysia empat kali dari kita, di Singapura delapan kali kita (konsumsi listrik per kapitanya)," ujar Andy.

Andy mengungkapkan, tidak tercapainya konsumsi listrik Indonesia pada 2017 diakibatkan tutupnya industri dan beberapa pusat perbelanjaan sepanjang 2017.‎

"Ini kemarin itu memang banyak di 2017 beberapa industri mungkin shutdown. Kemudian juga ada misalnya bisnis ritel, ada mal itu kan konsumsi listrik lumayan, ada beberapa perusahaan sudah mulai enggak ada dan ini memengaruhi," paparnya.

Andy menuturkan, untuk meningkatkan konsumsi listrik per kapita rencananya akan diterapkan program penambahan daya gratis, untuk golongan pelanggan di atas 1.300 Volt Amper (VA).

"Kita ingin mempercepat ini tadinya penambahan daya itu tujuannya ke situ. Mempercepat itu dalam rangka meningkatkan konsumsi listrik per kapita,‎" dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓