5 Investor Minati Pengembangan Bandara Kualanamu

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 10 Jan 2018, 17:46 WIB
bandara-kualanamu-130613b.jpg

Liputan6.com, Jakarta PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku kebanjiran minat investor yang ingin mengembangkan [Bandara Internasional Kualanamu]( 3169004 ""), Medan di Sumatera Utara.

Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaludin mengatakan, pihaknya memiliki dua paket investasi yang akan ditawarkan kepada para calon investor pengembangan Bandara Kualanamu.

"Sampai saat ini, ada lima perusahaan yang masuk, saya tidak bisa sebut perusahaannya, yang jelas mayoritas dari Eropa dan sebagian dari Asia," ucap Awaludin di Kementerian BUMN, Rabu (10/1/2018).

Dijelaskannya, paket investasi yang ditawarkan AP II berkonsep strategy partnership. Nantinya investor tetap mendapatkan konsesi dalam pengembangan Bandara Kualanamu baik dari sisi aero dan non aero.

Awaludin mengatakan, investor bebas memilih paket aero atau non aero yang akan dikembangkan. Namun jika satu investor akan mengambil dua paket sekaligus, tetap diperkenankan.

"Investor yang minat itu ada yang memang basic-nya kelola bandara, ada maskapai juga. Kita akan coba putuskan pada Mei atau Juni 2018," tegas dia.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) menawarkan dua paket investasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, senilai Rp 11 triliun.

Kedua paket investasi tersebut ditawarkan ke sektor swasta pada ajang “The 4th Asia-Europe Meeting Transport – Transport Minister Meeting (ASEM – TMM)” di Bali pada 26-28 September 2017, dan juga pada seminar “Infestasi di Infrastruktur: Peranan BUMN dan Investasi Asing” yang berlangsung di Jakarta pada 28 September 2017.

 

2 of 2

Rincian Paket Proyek

Adapun dua paket investasi yang ditawarkan tersebut terdiri dari Paket I senilai Rp 7 triliun dan Paket II sekitar Rp 4 triliun.

Investasi Paket 1 mencakup pengembangan runway untuk melayani penerbangan pesawat berbadan lebar Airbus 380-800. Kemudian perluasan area kargo menjadi 24.715 m2 dari saat ini 13.450 m2.

Selain itu, pengembangan terminal penumpang dari menjadi 224.256 m2 atau saat ini berkapasitas 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun.

Paket 1 ini merupakan bagian dari tahapan pengembangan bandara dari keseluruhan 3 tahap yang direncanakan. Ditargetkan, pengembangan Paket 1 dapat dimulai pada 2018.

"Melalui Paket investasi ini investor dapat memiliki saham maksimal 49 persen di perusaahan yang akan berperan sebagai pengelola Bandara Internasional Kualanamu. Sisa saham, atau pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut masih dimiliki oleh AP II," kata Awaludin.

Di samping investasi Paket I tersebut, AP II juga menawarkan investasi Paket II senilai Rp4 triliun untuk pengelolaan lahan sekitar 200 hektare guna pengembangan area komersial yang berada di luar terminal penumpang.

Area komersial dibangun berkonsep airport city di mana terdapat hotel bintang 3, 4, dan 5, kemudian hypermarket, gedung perkantoran, theme park, golf course, food arcade, convention centre, rumah sakit, bioskop, dan lain sebagainya. 

Lanjutkan Membaca ↓