RI Siapkan Bandara Alternatif buat Annual Meeting IMF-World Bank

Oleh Septian Deny pada 22 Des 2017, 20:52 WIB
Diperbarui 22 Des 2017, 20:52 WIB
Menko Maritim Luhut
Perbesar
Menko Maritim Luhut

Liputan6.com, Karangasem Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah telah memiliki skema antisipasi penutupan bandara pada Oktober 2018, akibat letusan Gunung Agung.

Ini seiring rencana pelaksanaan Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group 2018, yang berlangsung pada Oktober 2018.

Luhut mengatakan, kemungkinan penutupan Bandara Ngurah Rai pada saat acara Annual Meeting tersebut berlangsung bisa saja terjadi. Penutupan ini bukan hanya sebabkan oleh erupsi Gunung Agung saja, melainkan juga karena aktivitas Gunung Kelud.

"Apakah mungkin airport itu tutup di 2018 Oktober? Bisa saja, tapi kalau pun tertutup paling 2 hari. Airport Denpasar bisa saja tertutup, bukan saja karena ini (Gunung Agung, tapi) Kelud. Kenapa? Kelud itu pengalaman beberapa bulan lalu mengeluarkan asap, itu juga sempat menutup lapangan terbang Ngurah Rai," ujar dia di Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017).

Namun demikian, lanjut dia, pemerintah telah menyiapkan bandara lain selain Ngurah Rai sebagai antisipasi. Salah satunya dengan memanfaatkan Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Banyuwangi.

"Kita punya kontigensi juga, lapangan terbang Banyuwangi. Sekarang sudah diperbaiki oleh Menteri Perhubungan sehingga itu bisa menjadi alternatif, termasuk lapangan terbang di Surabaya," kata dia.

Dengan antisipasi yang telah disiapkan pemerintah, kata Luhut, diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran oleh wisatawan asing, termasuk tamu dalam Annual Meeting IMF-World Bank di tahun depan.

"Setelah kita belajar dengan kemarin itu bisa menjadi kontigensi buat kita. Jadi tidak ada yang perlu ditakuti untuk turis datang kemari. Malah tadi banyak orang memanfaatkan view dari gunung agung yang pasti ada awan. Jadi kita juga jangan membuat masyarakat pariwisata khawatir, apalagi dengan Annual Meeting, sama sekali tidak ada hubungannya," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Gubernur BI: Annual Meeting IMF-World Bank Bakal Berlangsung Sesuai Jadwal

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group 2018 akan berlangsung sesuai jadwal. Ajang pertemuan tahunan tersebut akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 di Bali.

Agus mengatakan, selama ini panitian nasional Annual Meeting bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan dari Gunung Agung. Selain itu, pihak panitia nasional juga terus memberikan laporan kepada pihak IMF dan World Bank terkait hal ini.

"Koordinasi akan kita lakukan dan juga koordinasi dengan international organization yang ada di Washington. Untuk betul-betul mereka aman bahwa kondisi ini kondisi yang aman dan tidak ada perubahan jadwal," ujar dia di Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017).

Menurut Agus, panitia nasional juga telah menyiapkan semua keperluan dari Annual Meeting ini agar terselenggara dengan baik, mulai dari akomodasi, sistem informasi hingga sistem keamanan.

"Baik itu ketersediaan akomodasinya, teknologi informasinya, sistem komunikasi, transportasi, sistem keamanan, semua telah kita siapkan dengan baik. Jadi kita optimis bahwa Oktober 2018 akan terselenggara sesuai dengan jadwal. Kalau kondisi sekarang yang kita ikuti, kita waspadai, tetapi jarak antara 8-10 km dari kawah dengan 73 km di Nusa Dua itu jauh," jelas dia.

Dan dari perkembangan yang ada, lanjut Agus, pihaknya yakin semua akan berjalan dengan lancar hingga berlangsungnya gelaran tersebut. ‎

"Kami percaya bahwa ini semua terkendali dan ditangani dengan baik. Sehingga kami ingin menyampaikan semua persiapan-persiapan yang kita lakukan untuk Oktober 2018 sudah kita siapkan dengan baik," tandas dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓