Pelindo I Layani Bongkar Muat 38,6 Juta Ton Logistik

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Des 2017, 13:15 WIB
Diperbarui 11 Des 2017, 13:15 WIB
Petugas Lapangan Pelindo I sedang mengawasi kegiatan bongkar muat di Terminal Petikemas Pelabuhan Malahayati, Banda Aceh. (Foto: Pelindo I)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I mendukung percepatan pembangunan industri maritim Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan trafik kunjungan kapal Pelindo I baik dalam call maupun GT (Gross Tonage).

Realisasi trafik kunjungan kapal selama kuartal III 2017 mencapai 47.814 call, meningkat 3,04 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 46.402 call. Peningkatan tersebut setara dengan 107.109.443 GT, meningkat 1,71 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu yang sebesar 105.304.846 GT.

Volume bongkar muat Pelindo I menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga kuartal III 2017, realisasi bongkar muat barang mencapai 38.699.967 ton atau tumbuh hingga 32,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 29.216.718 ton.

"Peningkatan angka realisasi bongkar muat yang cukup signifikan ini disebabkan peningkatan kegiatan bongkar muat kayu dan batu bara; peningkatan kegiatan impor komoditi pupuk curah, minyak sawit, gandum, gula pasir, dan besi; serta peningkatan kegiatan antar pulau bongkar komoditi batu bara, jagung, semen bag, dan semen curah. Selain itu, volume bongkar muat peti kemas juga menujukkan peningkatan," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo I Iman A. Sulaiman dalam keterangan tertulis, Senin (11/12/2017).

Adapun realisasi bongkar muat peti kemas selama kuartal III 2017 mencapai 688.781 box, atau tumbuh 0,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 682.769 box.

Iman menjelaskan, dalam rangka ekspansi bisnisnya, Pelindo I memiliki program rintisan layanan peti kemas di pelabuhan-pelabuhan utama terutama pelabuhan ibu kota Provinsi.

"Pelindo I membangun terminal rintisan dengan tujuan menumbuh kembangkan ekonomi daerah yang bisa berkontribusi kepada peningkatan layanan pelabuhan," terang Iman.

Investasi terus dilaksanakan di seluruh wilayah operasional Pelindo I, termasuk Pelabuhan Peti Kemas Belawan guna mempercepat layanan bongkar muat. Di Pelabuhan yang sama juga tengah dilakukan pembangunan dermaga sepanjang 700 meter mengarah ke laut lepas.

Pembangunan ini dibagi dalam dua fase pekerjaan. Pada fase I dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan sepanjang 350 meter, dan fase II sepanjang 350 meter dikerjakan oleh PT Prima Terminal Petikemas yang merupakan anak usaha gabungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdiri dari: Pelindo 1, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Proyek pembangunan Terminal Multipurpose di Pelabuhan Kuala Tanjung sudah mencapai 94,75 persen untuk sisi laut dan 74,85 persen untuk sisi darat. Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksikan akan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia mulai beroperasi Maret 2018.

"Pelindo 1 merancang konsep pelabuhan dan industri yang akan dikembangkan di Kuala Tanjung bisa terintegrasi secara langsung yang dibuat berstandar internasional," tutur Iman. (Yas)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Perkuat Sayap Bisnis, Pelindo I Gandeng 14 BUMN

Sebelumnya PT Pelindo I (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka meningkatkan bisnisnya. Tujuan lainnya untuk mendorong kinerja perusahaan pelat merah yang masih di bawah target.

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana dengan direksi 14 BUMN, serta disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan, Ahmad Bambang di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu 29 November 2017.

"Kerja sama ini kita harapkan bisa meningkatkan nilai tambah bagi Pelindo I dan BUMN lainnya dalam rangka pengembangan usaha masing-masing," kata Bambang Eka.

Sebanyak 14 BUMN yang bekerja sama tersebut adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), dan PT Taspen (Persero).

Selain itu ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), serta satu perusahaan swasta yaitu PT Bank Central Asia Tbk.

Tidak hanya itu untuk kerja sama publikasi, Pelindo I juga menggandeng PT Balai Pustaka (Persero), Perum LKBN Antara, Perum Produksi Film Negara, sedangkan kerja sama pengelolaan rumah sakit juga digandeng PT Pertamina Bina Medika.

Bambang mencontohkan, kerja sama dengan Pelindo II dalam rangka pengembangan pemasaran pelayanan jasa pandu di Selat Malaka. Sedangkan dengan PT PP adalah pengembangan pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Batu Ampar, Batam, dan terminal petikemas Pelintung.

"Ini juga bentuk tindak lanjut dari hasil Rakor BUMN di Bengkulu, di mana kita harus bantu BUMN yang perform-nya masih di bawah untuk bisa kembali bangkit," tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Bambang menambahkan, Kementerian BUMN sedang fokus mengurangi jumlah BUMN yang merugi di tahun ini. Dengan saling bersinergi tersebut, diharapkan dapat membantu tujuan itu.

"Jadi memang kita sedang terapkan model bapak asuh dan anak asuh agar jumlah BUMN rugi itu berkurang. Tahun ini kita targetkan yang masih merugi itu di bawah 10, kalau tahun kemarin itu ada 25 BUMN," tutup Ahmad Bambang.

Lanjutkan Membaca ↓