Gunung Agung Meletus, Hajatan Besar IMF-Bank Dunia Tetap di Bali

Oleh Fiki Ariyanti pada 24 Nov 2017, 09:46 WIB
Diperbarui 24 Nov 2017, 09:46 WIB
Gunung Agung
Perbesar
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus mengeluarkan asap kelabu tebal setinggi 700 meter sejak Selasa (21/11/2017) pukul 17.05 Wita. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta Gunung Agung di Bali meletus pada Selasa (21/11/2017) pukul 17.03 WITA. Pemerintah berharap kondisi dan situasi gunung setinggi 3.142 mdpl itu tidak semakin parah.

Ini mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar di dunia, International Moneter Fund (IMF)-World Bank Annual Meeetings 2018 di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, menegaskan belum ada perubahan lokasi untuk pertemuan IMF-Bank Dunia tahun depan dengan peningkatan aktivitas di Gunung Agung. Artinya, pertemuan tahunan itu tetap akan berlangsung di Pulau Dewata.

"Sampai saat ini masih sesuai rencana, belum ada perubahan. Jadi tetap di Bali sampai sekarang ini," ucap Frans begitu dia disapa dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Frans mengaku, pemerintah pun belum membuat rencana kedua atau cadangan lokasi lain jika keadaan Gunung Agung terus memburuk.

Dia bilang akan menunggu perkembangan gunung tersebut hingga awal 2018. Namun harapannya, aktivitas Gunung Agung dapat kembali normal.

"Belum ada plan B karena waktunya masih panjang, kita akan menunggu perkembangannya sampai awal tahun depan. Kami berharap situasi Gunung Agung akan membaik," harap dia.

Terkait rencana kunjungan Managing Director IMF, Christine Lagarde ke Indonesia awal 2018, Frans membenarkannya, tetapi tidak secara spesifik membahas soal kondisi Gunung Agung.

"Kunjungan Lagarde tidak secara spesifik membahas mengenai Gunung Agung, tapi banyak agenda yang lain," ujar Frans.

 

2 dari 2 halaman

Dihadiri 17 Ribu Orang

Ketua Penyelenggara Pertemuan IMF-World Bank Annual Meetings 2018, Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya mengungkapkan, forum global ini akan dihadiri sekitar 15 ribu-17 ribu orang.

Terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan (Menkeu) dari 189 negara anggota IMF-World Bank, pimpinan dan staf IMF-World Bank, para pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSO/NGO, CEO, bankir, pers dan observer.

"Ini suatu kehormatan buat kita menjadi tuan rumah Annual Meeting. Karena Gubernur Bank Sentral dan Menkeu dari 189 negara bakal hadir. Total yang hadir 15 ribu-17 ribu orang," katanya.

Akan ada 3.000 pertemuan yang mengangkat berbagai topik. Tiga pertemuan utamanya meliputi IMF-World Bank Plenary Session, International Monetary and Financial Commitee (IMFC), dan World Bank Development Commitee (DC).

Anggaran yang akan digelontorkan untuk persiapan acara IMF-World Bank di Bali tahun depan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 triliun. "Anggaran dari APBN sebesar Rp 810 miliar.

Lalu co sharing dengan Bank Indonesia (BI), belum masuk ke sini (APBN) untuk venue sekitar Rp 280 miliar-Rp 300 miliar untuk event ini," kata Menkeu, Sri Mulyani Indrawati.

Lanjutkan Membaca ↓