Bayar LRT Sampai Damri Bakal Pakai Uang Elektronik

Oleh Fiki Ariyanti pada 27 Okt 2017, 19:30 WIB
Diperbarui 27 Okt 2017, 19:30 WIB
Ganjil-Genap Akan Diberlakukan di Area Pembangunan LRT Cawang
Perbesar
Kondisi pengerjaan proyek LRT Jabodetabek di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/8). Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana memperluas kawasan ganjil genap hingga ke area pembangunan LRT. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
 
Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah pusat dan daerah tengah mendorong integrasi pembayaran yang berbasis uang elektronik di seluruh moda transportasi, mulai dari TransJakarta, Light Rapid Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), sampai bus Damri. Langkah ini untuk menggenjot target inklusi keuangan mencapai 75 persen di 2019.
 
Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo mengungkapkan, saat ini penggunaan uang elektronik atau transaksi pembayaran nontunai sedang digalakkan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dan jalan tol. 
 
"Pekerjaan rumah kami, nanti ada integrasi pembayaran nontunai antar moda, seperti LRT, MRT, commuter line, TransJakarta, PPD, Damri. Mudah-mudahan nanti pakai satu kartu," kata Pungky di Jakarta, Jumat (27/10/2017). 
 
Menurutnya, upaya ini akan dilakukan BI setahap demi setahap. Bekerja sama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan provinsi lain untuk mengawal integrasi pembayaran di seluruh moda transportasi umum. 
 
"Target inklusi keuangan kan mencapai 75 persen di 2019, dan bukan hanya untuk masyarakat miskin, tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Tentu harus inline dengan pemerintah," ujar Pungky. 
 
Pungky menambahkan, pemerintah daerah wajib mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) melalui dukungan dari peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada tahun ini. Implementasinya berlangsung di 2018. 
 
"Jadi kita semua mengejar target strategi nasional inklusi keuangan di 2019," ujarnya.