Gelar Diskon Besar, Pengunjung Lotus Department Store Membeludak

Oleh Fitriana Monica Sari pada 25 Okt 2017, 15:13 WIB
Diperbarui 25 Okt 2017, 15:13 WIB
Lotus
Perbesar
Pusat perbelanjaan Lotus. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Lotus Department Store menggelar diskon besar-besaran jelang penutupan operasional di akhir bulan. Diskon besar berlaku untuk produk pakaian, sepatu, hingga kosmetik.

Tawaran diskon ini sontak menuai antusiasme warga. Pengunjung Lotus membeludak hingga ratusan orang untuk mencari barang kebutuhannya, yang memang ditawarkan dengan harga miring.

Seperti dituturkan salah satu pengunjung Firdayanti (22). Dia mengaku sengaja menyambangi Lotus Department Store untuk mencari sepatu. "Saya penasaran karena Sport Station diskon 20 sampai 70 persen," ujar dia kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (25/10/2017). 

Demi mendapatkan barang incaran dengan harga miring, Firdayanti mengaku rela antre bersama pengunjung lain sejak pagi.

Firdayanti memprediksi, pengunjung yang mendatangi pusat perbelanjaan Lotus mencapai ratusan orang. 

Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa, Fetty Kwartati‎, mengakui jika pemberian diskon tersebut terkait rencana penutupan Lotus Department Store di hingga akhir bulan. "(Diskon) Sampai toko ditutup akhir bulan ini," kata dia.

Dia mengaku, keputusan penutupan Lotus karena melihat kinerja penjualan yang terus merosot, serta alasan restrukturisasi di perusahaan.

Selain di Thamrin, MAP akan menutup dua gerai Lotus yang berlokasi di Bekasi dan Cibubur pada Oktober ini.

Penutupan ini menambah dua gerai yang sudah ditutup sebelumnya. Dengan demikian, MAP menutup seluruh gerai Lotus Department Store.

"Seluruh gerai Lotus ada lima. Sudah ditutup dua gerai, dan bulan ini tiga gerai lagi, yaitu di Thamrin, Bekasi, dan Cibubur," ‎kata Fetty.

Sekadar informasi, selain Lotus, MAP juga mengelola sejumlah department store ternama, antara lain Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, Debenhams, dan Alun Alun Indonesia.

Saat ditanyakan lebih jauh mengenai upaya penyelamatan dan nasib para pegawai Lotus, Fetty tidak menjawabnya.

Tonton Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Gerak Saham Mitra Adiperkasa

Penutupan gerai Lotus Department Store mempengaruhi pergerakan harga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk atau disingkat MAP pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini.

Berdasarkan data RTI, Selasa (23/10/2017), saham emiten berkode MAPI ini turun 1,16 persen atau 75 poin ke posisi Rp 6.375 per saham pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 406 kali dengan nilai transaksi harian Rp 1,4 miliar. Saham MAP sempat berada di level tertinggi Rp 6.625 dan terendah Rp 6.325 per saham.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan melihat ada potensi aksi ambil untung membuat saham MAPI berada di zona merah.

Ini melihat pergerakan saham MAP mengalami penguatan sejak Jumat pekan lalu hingga Senin. Pada perdagangan saham Senin kemarin, saham MAP naik 3,2 persen ke posisi Rp 6.450 per saham.

"Adanya penutupan Lotus Department Store juga ada imbasnya, tetapi tidak signifikan. Pendapatan dari Lotus sepertinya tidak terlalu besar karena bukan gerai tersentralisasi hanya di beberapa kota saja," kata Alfred saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, langkah manajemen Mitra Adiperkasa menutup gerai Lotus Department Store juga lantaran kinerja kurang bagus.

Alfred menilai, hal itu lebih baik dilakukan ketimbang kinerja Lotus dapat menggerus pendapatan Mitra Adiperkasa ke depan.

"Latar belakang tutup Lotus karena kurang bagus kinerjanya. Ini juga upaya perbaiki kinerja Mitra Adiperkasa," kata dia.

MAP menghasilkan kenaikan laba bersih 278 persen dari Rp 46,30 miliar pada semester I 2016 menjadi Rp 175,02 miliar pada semester I 2017. Pendapatan bersih perseroan menguat 15,8 persen menjadi Rp 7,71 triliun sepanjang enam bulan pertama 2017.

Lanjutkan Membaca ↓