Lotus Department Store Tutup, Intip Gerak Saham Mitra Adiperkasa

Oleh Agustina Melani pada 24 Okt 2017, 12:47 WIB
Diperbarui 24 Okt 2017, 12:47 WIB
20160801-IHSG-Melesat-Jakarta-AY
Perbesar
Pekerja melintas di layar sekuritas di Jakarta, Senin (1/8). IHSG mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di teritori positif. Seharian, IHSG bergerak di zona hijau dan ditutup melesat hingga nyaris 3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Penutupan gerai Lotus Department Store mempengaruhi pergerakan harga saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini.

Berdasarkan data RTI, Selasa (23/10/2017), saham PT Mitra Adiperkasa Tbk turun 1,16 persen atau 75 poin ke posisi Rp 6.375 per saham pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 406 kali dengan nilai transaksi harian Rp 1,4 miliar. Saham MAPI sempat berada di level tertinggi Rp 6.625 dan terendah Rp 6.325 per saham.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan melihat ada potensi aksi ambil untung membuat saham MAPI berada di zona merah.

Ini melihat pergerakan saham MAPI mengalami penguatan sejak Jumat pekan lalu hingga Senin. Pada perdagangan saham Senin kemarin, saham MAPI naik 3,2 persen ke posisi Rp 6.450 per saham.

"Adanya penutupan Lotus Department Store juga ada imbasnya, tetapi tidak signifikan. Pendapatan dari Lotus sepertinya tidak terlalu besar karena bukan gerai tersentralisasi hanya di beberapa kota saja," jelas Alfred saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, langkah manajemen Mitra Adiperkasa menutup gerai Lotus Department Store juga lantaran kinerja kurang bagus. Alfred menilai, hal itu lebih baik dilakukan ketimbang kinerja Lotus dapat menggerus pendapatan Mitra Adiperkasa ke depan.

"Latar belakang tutup Lotus karena kurang bagus kinerjanya. Ini juga upaya perbaiki kinerja Mitra Adiperkasa," kata dia.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menghasilkan kenaikan laba bersih 278 persen dari Rp 46,30 miliar pada semester I 2016 menjadi Rp 175,02 miliar pada semester I 2017. Pendapatan bersih perseroan menguat 15,8 persen menjadi Rp 7,71 triliun sepanjang enam bulan pertama 2017.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Alasan Lotus Department Store Tutup

Sebelumnya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengumumkan penutupan tiga gerai Lotus Department Store yang dikelolanya ‎pada akhir bulan ini. Keputusan tersebut dengan melihat kinerja penjualan Lotus yang terus merosot, serta alasan restrukturisasi di perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa, Fetty Kwartati‎, mengatakan, perusahaan akan menutup tiga gerai Lotus yang berlokasi di Thamrin (Jakarta Pusat‎), Bekasi, dan Cibubur pada Oktober ini.

Penutupan ini menambah dua gerai yang sudah ditutup sebelumnya. Dengan demikian, MAPI menutup seluruh gerai Lotus Department Store.

"Seluruh gerai Lotus ada lima. Sudah ditutup dua gerai, dan bulan ini tiga gerai lagi, yaitu di Thamrin, Bekasi, dan Cibubur," ‎kata Fetty saat dihubungi Liputan6.com melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa 24 Oktober 2017.

Dia mengungkapkan penyebab perusahaan menutup Lotus karena catatan kinerja penjualan yang kurang ‎menggembirakan dan restrukturisasi divisi department store.

"Karena kinerja yang kurang baik, dan karena perusahaan sedang melakukan restrukturisasi divisi department store untuk meningkatkan overall kinerja department store," Fetty menjelaskan.

Sekadar informasi, selain Lotus, MAPI juga mengelola sejumlah department store ternama, antara lain Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, Debenhams, dan Alun Alun Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓