Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, RI-Turki Bentuk Forum Konsultasi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 21 Okt 2017, 09:14 WIB
Diperbarui 21 Okt 2017, 09:14 WIB
Pertemuan bilateral Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla di Istana Mabeyn Istanbul. (Dok Setwapres)
Perbesar
Pertemuan bilateral Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla di Istana Mabeyn Istanbul. (Dok Setwapres)

Liputan6.com, Jakarta Indonesia dan Turki bersepakat meningkatkan kerjasama ekonomi atau perdagangan, pendidikan, iptek dan industri strategis. Selanjutnya kedua negara akan merumuskan suatu forum konsultasi bersama tingkat menteri yang melibatkan berbagai sektor serta kalangan swasta kedua dari negara.

Ini menjadi kesepakatan antara Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dan Presiden Turki Erdogan saat menggelar pertemuan di Istana Mabeyn Istanbul, pada Jumat (20/10/2017) waktu setempat, mengutip keterangan Setwapres. Pada pertemuan berlangsung hangat ini, Wapres RI Jusuf Kalla, menyampaikan salam Presiden Jokowi.

Kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke Turki, antara lain untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D8) ke-9. 

Presiden Erdogan dilaporkan sangat mengapresiasi partisipasi RI di KTT D-8 dan mengharapkan peran penting RI sebagai negara berpenduduk muslim terbesar.

"Indonesia dipandang oleh Erdogan sebagai negata yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan hasil KTT ini," ujar Jubir Wapres Husain Abdullah.

Wapres Jusuf Kalla sebelumnya mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D8) ke-9, berfokus membicarakan peningkatan kerjasama ekonomi antar Negara D8.

“Summit KTT ini kan untuk memebicarakan masalah-maslah ekonomi, nah untuk bagiamana kerjasa ekonomi antara D8 itu,” jelas Wapres.

Wapres menambahkan di forum tersebut ia akan menarik perhatian untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi.

“Jadi yang ingin kita sampaikan bagaimana meningkatkan kerjasama itu, perdagangan dan investasi antar negara-negara D8,” imbuhnya.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi meminta D8 fokus pada kerjasama ekonomi. “Intinya kita meminta D-8 fokus pada kerjasama ekonomi, kita harus benar-benar kembali ke asal-usul untuk meningkatkan kerjasama ekonomi,” dia menuturkan.