Beli Kartu Uang Elektronik di Tol Dapat Diskon Rp 20 Ribu

Oleh Fiki Ariyanti pada 15 Okt 2017, 12:32 WIB
Diperbarui 15 Okt 2017, 12:32 WIB
Bayar Tol Tak Bisa Pakai Uang Tunai Mulai Tahun Ini
Perbesar
Suasana arus lalu lintas di area gerbang tol Semanggi 2, Jakarta, Selasa (14/3). Pembayaran gerbang tol nontunai atau secara elektronik tersebut ditergatkan rampung pada akhir 2017. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan perbankan akan menjual 1,5 juta kartu uang elektronik di sejumlah gerbang tol di seluruh Indonesia, khususnya yang belum menerapkan 100 persen nontunai. Kartu perdana tersebut didiskon Rp 20 ribu mulai besok 16-31 Oktober 2017.

Kepala Sub Bidang Operasi dan Pemeliharaan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hadi Suprayirno mengungkapkan, pemerintah menargetkan 100 persen pembayaran nontunai di seluruh gerbang tol dapat terealisasi pada 31 Oktober ini.

"Hingga 20 Oktober 2017, tingkat penetrasi uang elektronik di jalan tol sudah mencapai 80 persen. Ini pencapaian yang bagus, karena di Desember 2016 masih berkisar 23 persen. Kemudian naik menjadi 32 persen saat trafik Lebaran, tapi turun lagi menjadi 28 persen," kata Hadi saat Konferensi Pers di Kantor Pusat PT Jasa Marga Tbk, Jakarta, Minggu (15/10/2017).

Untuk menggejot penetrasi 100 persen, Ia mengakui, perbankan dan BUJT terus melakukan sosialisasi, menyadarkan para pengguna tol menggunakan uang elektronik. Dengan transaksi pembayaran nontunai, diharapkan mampu mengurangi antrean panjang di gerbang tol.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sementara itu, Vice President Operation Management Jasa Marga, Raddy R. Lukman mengungkapkan, BUJT dan perbankan akan menyediakan 1,5 juta kartu perdana uang elektronik yang ditawarkan dengan harga khusus. Program diskon ini merupakan kerjasama dari BUJT dan perbankan yang masing-masing memberikan diskon Rp 10 ribu.

"Sebanyak 1,5 juta kartu perdana uang elektronik akan dijual dengan diskon Rp 20 ribu per kartu. Kalau membeli kartu dengan saldo Rp 20 ribu. Jasa Marga dapat 850 ribu kartu perdana uang elektronik," dia menjelaskan.

Raddy mengatakan, sebanyak 1,5 juta kartu perdana uang elektronik itu akan dibagi-bagi di gerbang tol yang belum 100 persen mengimplementasikan transaksi pembayaran nontunai. Dapat diperoleh juga di gerbang tol yang akan menerapkan pembayaran nontunai secara penuh pada gardu hybrid dan GSO (Gardu Semi Otomatis).

"Program diskon kartu mulai berlaku besok (16-31 Oktober 2017) atau hingga 1,5 juta kartu perdana itu terjual habis. Jika kartu sudah ludes sebelum 31 Oktober, maka program promo ini otomatis berakhir dan harga kembali normal," ujar dia.

Legal & Corporate Service PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Justinus Wishnu Dewanto mengaku, perusahaan memperoleh jatah 12 ribu kartu perdana uang elektronik. Semua kartu itu akan dijual di gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Kartu ini tidak dibagikan gratis, tapi kami bersama perbankan memberikan subsidi Rp 20 ribu. Jadi pada saat beli kartu Rp 50 ribu, maka mereka tetap dapat isi saldo Rp 50 ribu, dari yang seharusnya Rp 30 ribu," jelas Justinus.

Lanjutkan Membaca ↓