Warga Papua Minta Ada Penerbangan Pesawat Boeing

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 10 Okt 2017, 18:30 WIB
Diperbarui 10 Okt 2017, 18:30 WIB
papua
Perbesar
Lapangan terbang Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah berusaha menurunkan beberapa bahan pokok dan semen di Papua, terutama di wilayah Wamena dan Puncak Jaya.

Untuk mendukung hal itu, warga di sekitar wilayah itu meminta kepada pemerintah untuk menyediakan penerbangan dengan menggunakan pesawat jet jenis Boeing.

Warga Papua yang juga sebagai koordinator program semen turun harga di Papua, Wolter B Hesegem mengungkapkan selama ini distribusi ke wilayah Puncak Jaya mellalui jalur udara dari Timika ke Wamena. Sayangnya pesawat tersebut dilayani pesawat perintis dengan jumlah penerbangan satu kali dalam satu hari.

"Kunci distribusi itu di Timika ke Wamena, tolong kalau bisa ada penerbangan pesawat Boeing, sehari empat kali penerbangan saja, itu akan drastis membantu harga-harga di sana turun," kata Wolter di Kementerian BUMN, Selasa (10/10/2017).

Dia sekaligus juga mengkritik kebijakan yang akan diterapkan Kementerian Perhubungan mengenai program tol udara. Di tol udara ini, Kemenhub berencana memberikan subsidi ke rute tersebut namun masih menggunakan pesawat perintis.

"Kalau masih menggunakan pesawat perintis itu sama saja, barang akan habis di jalan, belum lagi kalau cuacanya hujan, pesawat tidak bisa terbang," ujar dia.

Dia mengusulkan untuk lebih memberikan subsidi dengan menerbangkan satu pesawat Boeing. Mengenai sistem subsidinya, Wolker mengusulkan bisa menggunakan sistem subsidi silang di salah satu maskapai kargo. (Yas)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

PPI Kirim 15 Kontainer Bahan Pokok Murah

Sebelumnya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) menjadi satu-satunya BUMN yang tengah melaksanakann pilot project penurunan harga tiga bahan pokok, gula, tepung terigu, dan minyak goreng.

Direktur Utama PPI Agus Andiyani mengatakan saat ini pihaknya tengah mengirim 15 kontainer yang berisi tiga bahan pokok tersebut menuju ke Puncak Jaya. 15 kontainer ini berisi masing-masing 20 ton bahan pokok.

"Sekarang 15 kontainer itu sedang bongkar di Pelabuhan Timika, dan nanti satu minggu lagi baru sampai ke Puncak Jaya," tegas Agus saat berbincang dengan wartawan, Selasa 10 Oktober 2017.

Agus menjelaskan tiga bahan pokok itu saat ini di Puncak Jaya harganya yaitu untuk gula dijual dengan harga Rp 29 ribu per kg, minyak goreng Rp 31 ribu per kg dan tepung terigu Rp 24 ribu per kg.

Denga dikirimkannya 15 kontainer terserbut ditargetkan PPI, harga tiga bahan pokok tersebut dapat turun masing-masing 25 persen.

Untuk mewujudkan program ini, PPI selama ini mengutak-atik jalur distribusi sembako ke wilayah Puncak Jaya. Ahasil ada beberapa efisiensi rute dengan memanfaatkan rute kapal Pelni dalam pendistribusiannya.

"Baru dari Timika ke Wamena kita gunakan pesawat, selain ada pesawat komersil kita juga dibantu pesawat Hercules milik TNI yang terbang sebulan tiga kali," tegasnya.

Baru ketika barang itu sampai di Wamena, tiga bahan pokok ini akan diangkut menggunakan darat.

Diharapkan jika proyek percontohan ini berjalan sukses, diharapkan akan menjadi contoh perusahaan lain dalam menurunkan harga di Papua, khususnya di Puncak Jaya. (Yas)

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait