Kementan Klaim Stok Cukup, RI Tak Perlu Impor Beras

Oleh Septian Deny pada 08 Okt 2017, 15:14 WIB
Diperbarui 08 Okt 2017, 15:14 WIB
Harga Beras di Pasar Induk Cipinang
Perbesar
Seorang kuli angkut menurunkan beras dari atas truk di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (25/9). Pedagang beras Cipinang sudah menerapkan dan menyediakan beras medium dan beras premium sesuai harga eceran tertinggi (HET). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras di dalam negeri masih mencukupi dalam tujuh bulan ke depan. Dengan demikian, harga beras diharapkan terus stabil dan tidak ada impor.
 
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi, mengatakan hingga kini stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 1,52 juta ton. Sehingga, stok aman untuk memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan atau April 2018.
 

 
"Sementara nanti Februari hingga April akan panen raya padi, sehingga penyerapan gabah akan meningkat," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/10/2017).
 
Selain itu, lanjut dia, luas lahan tanam pada periode Oktober 2016- Maret 2017 mencapai 9,35 juta ha. Luas tersebut, 596 ribu ha atau 6,8 persen lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 8,76 juta ha.
 
"Selanjutnya, berdasarkan data luas tanam padi Oktober 2016-Maret 2017 dan April-September 2017, surplus lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, kami yakin produksi padi 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ungkap dia.
 
Melihat kondisi tersebut, lanjut Suwandi, diharapkan harga beras bisa terus stabil untuk mendukung kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak perlu membuka keran impor.‎
 
"Ketersediaan beras jauh di atas kebutuhan nasional. Kekeringan dan serangan hama yang mengganggu produksi jauh di bawah batas toleransi sebesar 5 persen dari luas areal tanam. Ini mampu menjaga swasembada secara berkelanjutan, tidak perlu impor beras," yakin dia.
 

Tonton Video Pilihan Ini: