Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di RI Tuntas 2018

Oleh Fiki Ariyanti pada 01 Okt 2017, 15:00 WIB
Diperbarui 01 Okt 2017, 15:00 WIB
pembangkit-listrik-tenaga-angin-2-130515
Perbesar
pembangkit listrik tenaga angin

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau disebut tenaga angin Sidrap, di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan akan tuntas pada awal 2018. PLTB ini akan menambah pasokan listrik di wilayah tersebut menjadi 500 Megawatt (MW).

Hal ini disampaikan Jonan saat kunjungan ke PLTB Sidrap, kemarin (30/9/2017). Turut didampingi Anggota DPR Komisi VII; Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Sulawesi Selatan, Syamsul Huda, GM PLN Wilayah Sulselrabar, Bob Saril; dan Bupati Sidrap Rusdi Masse. "Pengerjaan pembangunan akan rampung pada awal 2018," kata Jonan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/10/2017).

Dia menambahkan, PLTB Sidrap memiliki kapasitas 75 MW dan diproyeksikan mampu melistriki 70 ribu pelanggan di Sulsel dengan daya listrik rata-rata 900 VA. Total akan terpasang 30 tiang di PLTB tersebut.

PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan sekitar 100 hektare (ha). "Nantinya listrik yang dihasilkan seharga 11 sen per kWh," ujar Jonan.

Dengan adanya PLTB tersebut, lebih jauh katanya, akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulsel, sehingga cadangan daya sistem Sulsel sebanyak 500 MW di 2018.

Jonan juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan PLTB Sidrap dan perhatian pemerintah atas bauran energi yang akan terus ditingkatkan.

“Bauran energi tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar salah satunya untuk transportasi, yaitu mobil listrik,” tutur Jonan.

GM PLN Wilayah Sulselrabar, Bob Saril mengatakan, saat ini listrik PLN sudah surplus. Apabila ada pemadaman, lebih dikarenakan ada pemeliharaan jaringan dan bukan kekurangan daya.

“PLTB Sidrap akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulsel. Oleh karena itu, dengan adanya listrik surplus, kami siap mendukung perkembangan ekonomi,” ucapnya.

Dari data PLN, kondisi kelistrikan PLN Wilayah Sulselrabar saat ini surplus dengan daya mampu 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW. Dengan begitu, PLN masih memiliki cadangan daya 200 MW yang dapat memasok ke pelanggan.

Seiring dengan sinkronnya beberapa pembangkit baru, PLN Wilayah Sulselrabar akan memiliki cadangan daya 500 MW pada 2018. Dengan kondisi demikian, PLN mengajak investor agar jangan ragu berinvestasi di Sulsel karena listrik surplus dan jaringan semakin andal.