Pindad Bentuk Tim Kaji Rencana Relokasi Produksi Alutsista

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 20 Sep 2017, 20:30 WIB
Diperbarui 20 Sep 2017, 20:30 WIB
 Pada hari kedua Indo Defence 2016, Pindad kembali meluncurkan produk terbarunya, Sanca. (Liputan6.com/Ilyas Istianur P)
Perbesar
Pada hari kedua Indo Defence 2016, Pindad kembali meluncurkan produk terbarunya, Sanca. (Liputan6.com/Ilyas Istianur P)

Liputan6.com, Jakarta PT Pindad (Persero) menyambut baik upaya Kementerian Pertahanan yang mengusulkan relokasi produksi Pindad ke Lampung, Sumatera Selatan. Saat ini lokasi produksi Pindad ada di Bandung dan Malang.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku untuk menindaklanjuti usulan itu, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan kajian mengenai potensi pengembangan produksi di Lampung tersebut.

"Saat ini kita telah bentuk tim untuk mengkaji, di sana dengan area perbukitan akan dibangun seperti apa dan apa yang harus dilakukan Pindad untuk itu," kata Abraham di IBDExpo 2017, Jakarta (20/9/2017).

Rencananya di lokasi yang sama juga akan digunakan BUMN industri pertahanan lainnya sebagai masrkas produksi. BUMN itu adalah PT PAL (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Jika melihat lokasi yang ada, dikatakan Abraham, nantinya Pindad mendapat lokasi di perbukitan, sementara di lahan datar akan digunakan oleh PT Dirgantara Indonesia dan lahan di pinggir laut akan dijadikan sebagai base dari PT PAL.

Dengan lokasi perbukitan, Pindad bisa memanfaatkan lahan ini selain untuk produksi juga bisa digunakan sebagai uji tembak kendaraan-kendaraan tempurnya yang memiliki kaliber cukup besar.

Saat ini produksi kendaraan tempur Pindad berada di Bandung. Sedangkan lahan yang dimiliki Pindad di Bandung hanya 66 hektar.

"Kalau uji canon kaliber 105 mm saja kita itu butuh jarak tembak 18 kilometer, kalau di bandung lahan untuk itu kan tidak ada," tegasnya. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Usulan relokasi

Pemerintah tengah mendorong perkembangan industri pertahanan guna mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara eksportir produk-produk pertahanan atau alutsista. Dukungan ini ditunjukkan dengan merelokasi pabrik produsen alat-alat pertahanan, yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan PT PAL.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, dalam meningkatkan industri pertahanan nasional, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting. Selain itu, memindahkan basis perusahaan yang selama ini memproduksi alat-alat pertahanan.

"Membenahi yang sudah tidak feasible lagi, industri seperti PT Pindad di Bandung, kan tempatnya kecil. Jadi perlu direlokasi ke lokasi yang dekat dengan pelabuhan, bandara, dan lainnya," kata Gatot.

Hal ini dibenarkan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu. Ia mengatakan, pemerintah akan merelokasi pabrik PT DI, dan Pindad dari Bandung, Jawa Barat serta PT PAL di Surabaya Jawa Timur. Lampung merupakan lokasi yang dipilih sebagai basis produksi ‎tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

"PT DI, PAL, Pindad nanti pindah dari situ (Bandung dan Surabaya). Setelah ini saya mau ke Lampung untuk melihat," tutur Ryamizard.

‎Menurutnya, pemerintah sedang mencari tanah atau lahan di Lampung seluas 10 ribu hektare (ha). Pemerintah akan memberikan lahan ribuan ha kepada tiga BUMN tersebut untuk meningkatkan produksi dalam rangka pengembangan industri pertahanan nasional.

"Kalau lahan sudah didapat 10 ribu ha, bah‎kan kalau lebih dari itu lebih bagus. Karena sekarang kan Pindad luasnya cuma 26 ha sampai 40 ha, tapi nanti kita kasih sekitar 3 ribu ha. Lebih besar kan," jelasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by