Bhumi Jati Power Kini Mulai Bangun PLTU Jawa 4

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 31 Agu 2017, 15:33 WIB
Diperbarui 02 Sep 2017, 15:13 WIB
(Foto: Liputan6.com/Pebrianto W)

Liputan6.com, Jepara - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  atau PLTU Jawa 4 berkapasitas 2x1.000 Mega Watt (MW) resmi mulai dibangun. Pembangkit tersebut merupakan‎ bagian dari program kelistrikan 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah.

‎Direktur PT Bhumi Jati Power Boy Gemino Kalauserang mengatakan, proyek PLTU yang berlokasi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini, merupakan perl‎uasan dari PLTU TanjunG Jati yang sudah beroperasi terlebih dahulu beroperasi sebesar 2.600 MW.

"Unit adalah ekspansi dari unit eksiting sudah beroperasi 4 X 660 MW," kata Boy, saat menghadiri dimulainya pembangunan PLTU Jawa 4, di di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (31/8/2017).

Proyek yang juga sebut PLTU Tanjung Jati B, digarap oleh pengembang listrik swasta (Independent Power Producet/IPP) PT Bhumi Jati Power. Perusahaan tersebut merupakan patungan yang terdiri dari Sumitomo Corporation 50 pesen, PT United Tractors Tbk 25 persen, dan The Kansai Electric Power Co., Inc. 25 persen.

Proyek PLTU Jawa 4 menelan biaya investasi sekitar US$ 4,2 miliar dengan sumber pembiayaan dari berbagai sumber, antara lain dari penyertaan modal yang disetorkan oleh perusahaan sponsor dan selebihnya berasal dari pinjaman dari para kreditur.

Di antaranya, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi tujuh bank komersial, yaitu Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, The Norinchukin Bank, dan Singapore's Oversea-Chinese Banking Corporation Limited yang dijamin oleh NEXI Overseas Investment Insurance.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

2 of 2

PLTU Jawa 4 Dapat Beroperasi 2021

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 77,4 ha ini, ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar 50–54 bulan yang dimulai sejak April 2017. Proyek ini diperkirakan dapat beroperasi pada Mei 2021 dan September 2021.‎

‎Pembangunan PLTU Jawa 4 MW menggunakan skema BOT (build, operate and transfer), dengan jangka waktu 25 tahun sejak commercial operation date akan dikembalikan ke PLN.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Amir Rosidin mengungkapkan,‎ pembangkit ini diharapkan bisa memberikan kontribusi penguatan daya listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali dan akan terhubung ke saluran transmisi 500 kV Tanjung Jati-Tx Ungaran.

"Pembangunan proyek PLTU Jawa 4 diharapkan dapat menambah dan semakin memperkuat sistem kelistrikan di Jawa-Bali. Dengan adanya penambahan pasokan listrik, maka kebutuhan listrik masyarakat, baik untuk sehari-hari maupun untuk kebutuhan industri akan terpenuhi," tutur ‎Amir.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by