Cara Terminal Peti Kemas Koja Tangani Arus Barang Pelabuhan Priok

Oleh Septian Deny pada 24 Agu 2017, 17:30 WIB
Diperbarui 24 Agu 2017, 17:30 WIB
Selain menangani bongkar muat di dermaga sendiri, TPK Koja juga ditugaskan untuk menangani kegiataan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Liputan6.com, Jakarta - Terminal Petikemas (TPK) Koja berkomitmen menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah agar pelayanan di pelabuhan tersebut tetap berjalan baik dalam rangka mendukung kegiatan perekonomian nasional.

Corporate Secretary TPK Koja, Nuryono Arief mengatakan, sejak sebulan terakhir, selain menangani bongkar muat kontainer di dermaga sendiri, TPK Koja juga ditugaskan untuk menangani kegiataan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut sesuai dengan Surat Otoritas Pelabuhan Nomor UM.002/17/18/OP.TPK/17.

"Terminal Petikemas Koja bertekad tetap menjaga produktivitas di dermaga sendiri dan terus bekerja keras mengoptimalkan produktivitas dan layanan kepada para pelanggan di dermaga utara PT JICT," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Arief mengungkapkan, sejauh ini pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok berjalan lancar. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik dengan semua pihak di Terminal petikemas yang sahamnya dimiliki oleh Pelindo II dan Hutchison Port Indonesia (HPI).

“Kami buktikan dengan pencapaian kinerja bongkar muat di dermaga utara yang sekarang sudah menunjukkan BCH (Box Crane per Hour). Begitu juga dengan VOR (Vessel Operating Rate) sudah membaik, terus meningkat seiring dengan penataan lapangan sehingga proses bongkar muat menjadi lebih efisien dan tentunya berdampak kecepatan bongkar muat," jelas dia.

‎Arief juga mengungkapkan, saat ini TPK Koja berada di peringkat pertama dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) di antara belasan anak usaha PT Pelindo II.‎ Dalam penilaian tersebut, TPK Koja meraih angka 82,03 untuk tahun buku 2016 dan angka sebelumnya atas Nilai GCG di 2015 adalah 73,81.

"Pencapaian score GCG ini merupakan buah dari kerjasama serta komitmen untuk terciptanya tata kelola yang baik atas TPK Koja antara pemegang saham, manajemen TPK Koja, Dewan Pengawas serta para karyawan," tandas dia.

2 dari 2 halaman

Berkah mogok

Untuk diketahui, aksi mogok pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) beberapa waktu lalu memberikan berkah bagi Terminal Petikemas Koja (TPK Koja). TPK Koja memanfaatkan momen mogoknya pekerja JICT selama lima hari tersebut untuk peningkatan standar pelayanan perusahaan. Akibatnya, kapal-kapal ukuran besar kini ditangani oleh TPK Koja.

Pengelola terminal petikemas TPK Koja akhir pekan ini akan melayani 5 kapal besar secara berturut-turut untuk tujuan ekspor-impor.

Masuknya 5 kapal besar ini akan dilayani di dermaga Koja sepanjang 650 meter dan dermaga utara JICT yang dioperasikan Koja sepanjang 720 meter dengan 15 Quay cranes dan 34 RTG.

Datangnya 5 kapal besar diakhir pekan ini akan menjadi tantangan bagi TPK Koja untuk melayani kapal-kapal tersebut sesuai dengan standar kerja yang berlaku.

“Alhamdulillah, sejak terjadinya krisis mogok kerja di JICT, secara bertahap TPK Koja sudah melayani kegiatan bongkar muat kapal-kapal di dermaga utara JICT secara optimal," kata Deputi General Meneger TPK Koja Nurjadin.

Tidak hanya itu, berkah lainnya yang diterima TPK Koja adalah secara bertahap, perusahaan mendapatkan tambahan sumber daya manusia untuk mengoperasikan peralatan, termasuk tambahan di lapangan penumpukan.

Nurjadin juga menambahkan arus barang di pelabuhan Tanjung Priok di setiap akhir pekan sebagaimana biasanya akan meningkat, dikarenakan tingginya volume kegiatan bongkar muat untuk kegiatan ekspor. Situasi ini akan kembali normal di awal minggu berikutnya.

Lanjutkan Membaca ↓