Pembangunan PLTU Terbesar di ASEAN Capai 30 Persen

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 08 Agu 2017, 17:20 WIB
Diperbarui 10 Agu 2017, 17:13 WIB
Setelah beroperasi, PLTU Batang akan menjadi pembangkit terbesar di ASEAN

Liputan6.com, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) terus mendorong pembangunan proyek pembangkit listrik. Di antaranya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang Jawa Tengah dan PLTU Tabalong Kalimantan Selatan.

PLTU Batang sendiri merupakan PLTU terbesar di Asean. PLTU tersebut memiliki kapasitas 2x1.000 megawatt (MW). Lebih lanjut, pembangunan PLTU dilakukan oleh PT Bhimasena Power Energi (PBI) yang merupakan konsorsium PT Adaro Indonesia dengan kepemilikan 34 persen, J-Power 34 persen, dan Itochu 32 persen.

Sedangkan PLTU Tabalong dibangun oleh PT Tanjung Power Indonesia (TPI) yang merupakan anak usaha PT Adaro Energy Tbk. Proyek tersebut memiliki kapasitas 2x100 MW.

Direktur Keuangan PT Adaro Energy Tbk David Tendian mengatakan, pembangunan terus berjalan. Dia bilang, kemajuan pembangunan untuk PLTU Batang mencapai 30 persen sementara PLTU Tabalong 70 persen.

"Untuk bisnis pembangkit tenaga listrik tentunya ada dua proyek dieksekusi. Satu di Batang, Jawa Tengah prosesnya kira-kira 30 persen, dan juga satu Kalimantan Selatan itu progres sekarang hampir mencapai 70 persen," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dia mengatakan, proyek tersebut berjalan dengan baik. Pihaknya mengatakan, perseroan akan terus mencari peluang untuk mengembangkan pembangkit listrik. Di antaranya, dengan bahan baku gas maupun energi baru terbarukan.

"Ke depan aktif mencari peluang di pembangkit listrik lagi, tidak cuma pembangkit dari batu bara. Mungkin gas atau energi baru terbarukan. Kami melihat potensi dan opportunity," kata dia.

Dia juga menambahkan, pihaknya juga melirik potensi pembangkit listrik mulut tambang."Kemudian pembangkit mulut tambang kami sedang perhatikan," ujar dia.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Live Streaming

Powered by