1,16 Juta Turis Asing Kunjungi RI di Mei, Dominan dari China

Oleh Fiki Ariyanti pada 03 Jul 2017, 13:56 WIB
Diperbarui 03 Jul 2017, 13:56 WIB
20160316-Turis Jerman Kunjungi Waduk Pluit-Jakarta
Perbesar
Sejumlah turis dari Jerman mengamati proses pembuangan air ke laut saat kunjungan ke Waduk Pluit, Jakarta, Rabu (16/3). Normalisasi Waduk Pluit membuat sejumlah warga negara asing tertarik melakukan penelitian. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,16 juta kunjungan sepanjang Mei 2017. Peningkatan jumlah kunjungan turis ke Indonesia paling dominan berasal dari China, yang didorong oleh kenaikan pendapatan per kapita masyarakat Negeri Tirai Bambu.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk menuturkan, jumlah kunjungan turis ke Indonesia sebanyak 1,16 juta kunjungan di bulan kelima ini naik 1,49 persen dibandingkan realisasi 1,14 juta kunjungan pada April 2017.

Sedangkan dibanding Mei 2016 yang sebanyak 915,2 ribu turis, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia di Mei 2017 ini mengalami kenaikan signifikan 26,66 persen.

"Kenaikan kunjungan turis terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Manado karena ada pembukaan penerbangan langsung dari Manado ke beberapa kota di China. Peningkatan jumlah kunjungannya mencapai 149 persen," ujar Kecuk saat Rilis Inflasi Juni 2017 di kantornya, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Lebih jauh katanya, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Mei ini pun naik ke destinasi Lombok, dan yang masuk melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau. Sementara penurunan jumlah kunjungan turis menurun di Bandara Soekarno-Hatta dan Batam dengan masing-masing 3,04 persen dan 16,31 persen (month to month/MoM).

"Yang dari Batam memang kurang menggembirakan. Terjadi penurunan kunjungan wisman sebesar 15,16 persen periode Mei 2017 dibanding Mei 2016," Kecuk menuturkan.

Dari 1,16 juta kunjungan turis ke Indonesia pada bulan kelima ini, diakui Kecuk, wisman yang masuk melalui 19 pintu utama tercatat 963,31 ribu kunjungan dan 195,90 ribu kunjungan turis di luar 19 pintu utama.

Rinciannya, wisman reguler tercatat sebanyak 938,62 ribu kunjungan dan 24,69 ribu kunjungan oleh wisman khusus. Turis yang masuk dari pos lintas batas mencapai 156,05 kunjungan turis dan lainnya 39,84 ribu kunjungan.

Berdasarkan asal negara, Kecuk menyebut, paling banyak kunjungan turis ke Indonesia pada Mei ini berasal dari China dengan realisasi 13,19 persen dari total, yakni sebanyak 152,91 ribu kunjungan wisman China. Jumlah tersebut naik signifikan dari capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya 110,04 ribu kunjungan. Disusul turis dari India dengan kenaikan dari 35,18 ribu kunjungan di Mei 2016 menjadi 45,58 ribu kunjungan pada Mei 2017.

Sementara jumlah kunjungan wisman Singapura, Malaysia, dan Australia tercatat mengalami penurunan sepanjang Mei 2017. Turis dari Singapura sebanyak 113,96 ribu kunjungan di Mei ini dibanding 129,05 ribu kunjungan di periode yang sama 2016.

Turis dari Malaysia dan Australia masing-masing sebanyak 111,55 ribu kunjungan dan 91,71 ribu kunjungan pada bulan kelima 2017. Angka ini turun dari realisasi tahun sebelumnya yang masing-masing 122,99 ribu kunjungan dan 101,86 ribu kunjungan ke Indonesia.

"Komposisi memang tidak berubah, turis dari China meningkat di Bali dan Manado. Ini karena perkembangan ekonomi di China yang pesat sehingga mempengaruhi pendapatan per kapitanya. Kemudian mereka mulai spending dan mencari leisure time," tandas Kecuk.

Tonton Video Menarik Berikut Ini: