PLN Terangi 365 Desa di Papua dan Papua Barat Tahun Ini

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 26 Mei 2017, 09:45 WIB
Diperbarui 26 Mei 2017, 09:45 WIB
20160201-Hore! Tarif Listrik Turun Lagi di Februari-Jakarta
Perbesar
Petugas melakukan pengecekan meteran listrik di ruang panel listrik di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Senin (2/1). Februari, PT PLN (Persero) kembali menurunkan tarif dasar listrik (TDL) untuk 12 golongan pelanggan nonsubsidi. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) telah menerangi 4 desa dan 1 ibukota kabupaten di Papua dan Papua Barat, sampai Mei 2017. Rencananya pada tahun ini akan ada 365 desa dan 8 ibukota kabupaten di wilayah tersebut yang akan menikmati listrik.

Direktur Regional Papua dan Maluku PLN Haryanto WS mengatakan, PLN memiliki target 365 desa dan 8 ibukota kabupaten yang akan dialiri listrik PLN pada 2017. ‎Desa tersebut terdiri dari 231 desa berada di Provinsi Papua dan 134 desa lainnya berada di wilayah Provinsi Papua Barat.

"Pada tahun ini 365 desa yang rencananya akan dilistriki PLN tersebar di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat‎," kata Haryanto, di Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Menurut Haryanto, sampai saat ini PLN telah melistriki 1 ibukota kabupaten dan 4 desa. Sedangkan realisasi pada 2016 ada 92 desa yang terlistriki, terdiri dari 70 desa di Provinsi Papua Barat dan 22 desa di Provinsi Papua.

"Kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami apabila daerah-daerah yang ada di Papua dan Papua Barat ini dapat teraliri listrik dari PLN. Terdapat tantangan-tantangan yang harus kami lewati untuk menerangi suatu daerah di Papua salah satunya jarak dan sarana yang ada," papar Haryanto.

Salah satu ibukota kabupaten yang telah berhasil dilistriki adalah Fef yang merupakan ibukota dari Kabupaten Tambrauw. Ini merupakan ibukota kabupaten dengan akses dan kondisi geografis yang tidak mudah untuk dilalui.

Kondisi geografis merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi PLN dalam melistriki desa-desa di seluruh Papua dan Papua Barat. Kondisi tersebut hampir dirasakan oleh PLN dalam menerangi Bumi Cenderawasih ini.

"Meskipun terdapat kendala-kendala dalam melistriki daerah-daerah di Papua ini di mana salah satunya mobilisasi material, namun kami akan terus berupaya agar masyarakat-masyarakat di pedalaman dapat menikmati listrik seperti di daerah-daerah lainnya yang sudah menikmati listrik terlebih dulu," lanjut Haryanto.

Keterlambatan dalam mobilisasi material yang memiliki dampak cukup signifikan oleh PLN dalam melistriki suatu daerah dapat teratasi meskipun memakan waktu yang lebih dari target yang telah ditentukan sebelumnya. Kelancaran PLN dalam melistriki suatu daerah tidak lepas dari bantuan seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder yang ada di Papua dan Papua Barat.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah setempat dalam yang terus mendukung program Papua Terang sehingga dapat terealisasi dengan cepat. Kami juga akan terus berjuang agar seluruh masyarakat di Papua dan Papua Barat bisa merasakan cahaya lampu di malam hari secara merata," tutup Haryanto.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya