RI Bisa Tarik Investasi Rp 720 T dari 11 Kawasan Ekonomi Khusus

Oleh Fiki Ariyanti pada 17 Mei 2017, 19:11 WIB
Diperbarui 17 Mei 2017, 19:11 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia (Ilustrasi: kek.go.id)
Perbesar
Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia (Ilustrasi: kek.go.id)
Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menargetkan 11 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia mampu menyedot investasi senilai Rp 720 triliun sampai dengan 2025. Pemerintah saat ini tengah memproses usulan beberapa KEK baru untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. 
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, ada 11 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. Antara lain, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe. 
 
 
"Tapi ada beberapa usulan KEK baru yang masih dalam pembahasan pemerintah. Masih dalam proses," kata Darmin di acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Serah Operasionalisasi Aset Pemerintah di kantornya, Jakarta, Rabu (17/5/2017). 
 
Dia menyebut usulan KEK tersebut, yakni kawasan Free Trade Zone Batam yang sedang dalam proses menjadi KEK, KEK Bintan, KEK di Pulau Asam Riau.
 
Adapula usulan KEK Kijing di Kalimantan Barat, Kuala Tanjung di Pantai Timur Sumut dan akan berdekatan dengan Sei Mangkei.  
 
Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto menuturkan, dari 11 KEK yang sudah dideklarasikan oleh pemerintah, baru dua KEK yang sudah beroperasi, yaitu KEK Tanjung Lesung dan KEK Sei Mangkei. 
 
"KEK Sei Mangkei contohnya, sudah ada beberapa investor masuk. Investor globalnya ada Unilever, sedangkan yang lokal ada PT Industri Nabati Lestari dengan investasi Rp 1 triliun. PTPN III beserta rekan-rekannya juga sedang membangun pengolahan CPO," dia menjelaskan. 
 
Di KEK Tanjung Lesung, Enoh mengakui bahwa belum ada sama sekali investor asing menanamkan modalnya. Akan tetapi, investor lokal sudah merealisasikan investasi di Tanjung Lesung. Sedangkan KEK lainnya yang belum dioperasikan secara resmi, namun sudah bergerak cepat menarik investor adalah KEK Mandalika. 
 
"Walaupun belum beroperasi dan ditargetkan September ini, tapi sudah menarik banyak investor, ada yang bangun hotel, apartemen, dan lainnya. Juga ada KEK Palu, dan KEK Arun yang sudah jalan dengan rencana bisnis Rp 40 triliun untuk pengembangan industri pupuk, dan lainnya," jelasnya. 
 
Eno mengatakan, 11 KEK tersebut memiliki potensi menyedot investasi senilai Rp 720 triliun sampai dengan 2025. "Kita dorong investasi di 11 KEK ini. Karena potensinya dari 11 KEK ini bisa menarik invesrasi Rp 720 triliun sampai 2025," tandas dia.