Pemakaian Transaksi Nontunai di Gerbang Tol Capai 26 Persen

Oleh Septian Deny pada 12 Mei 2017, 17:27 WIB
Diperbarui 12 Mei 2017, 17:27 WIB
Bayar Tol Tak Bisa Pakai Uang Tunai Mulai Tahun Ini
Perbesar
Kendaraan memasuki area gerbang tol Semanggi 2, Jakarta, Selasa (14/3). Pelaksanaan program pembayaran tol non tunai akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis penerapan transaksi nontunai di semua gerbang tol bisa terlaksana pada Oktober 2017. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mempercepat proses transaksi, sehingga diharapkan mampu menekan antrean kendaraan di gerbang tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, saat ini kemajuan penerapan sistem transaksi nontunai baru sekitar 23-26 persen. Meski demikian, dirinya optimistis sistem tersebut bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti.

"Ini waktunya mepet, Oktober tinggal 5 bulan-6 bulan. Progres 23-26 persen penetrasinya. Jadi proses menuju ke 100 persen itu ketat. Harus naikkan 12 persen per bulan," ujar dia di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (12/4/2017).

Herry menuturkan, saat ini pihaknya bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku pengelola ruas tol masih terus melakukan penambahan dan penyesuaian alat baca kartu uang elektronik (e-money) serta sosialisasi kepada pengguna.

Selain itu, BPJT bersama Bank Indonesia (BI) dan perbankan juga terus melakukan persiapan alat pembayaran serta layanan isi ulang kartu, sehingga bisa mempermudah masyarakat pengguna tol.

‎"Peralatan bagaimana bisa alatnya membaca. Kalau alatnya tidak bisa baca bagaimana.‎ Ada SAM Multiapplet. Dia bisa membaca semua kartu bank yang ditunjuk oleh BI. Top up nanti bisa satu kartu di semua tempat, bagaimana seperti bisa seperti ATM bersama," kata dia.

Sebagai uji coba, BPJT akan menerapkan sistem transaksi ini pada dua ruas tol, yaitu Tol Juanda-Waru dan Cluster 1 Cikopo (Cikarang-Palimanan). Jika sistem transaksi nontunai ini sukses diterapkan, pada 2018 BPJT‎ berencana untuk menerapkan transaksi pembayaran tol tanpa mengharuskan kendaraan berhenti di gerbang tol dengan sistem Radio Frequency Identification (RFID).

"Ini akan diuji coba pada dua ruas tol, sebelum Lebaran. Di beberapa tempat (gerbang tol) yang identik dengan kalangan menengah atas akan dimaksimalkan GTO (gerbang tol otomatis) seperti di Alam Sutera. 2018 kami rencanakan yang gateless seperti RFID," ujar dia.