Bos BTN: Penghapusan Biaya Transfer Antar Bank BUMN Masih Kajian

Oleh Fiki Ariyanti pada 03 Mei 2017, 08:30 WIB
Diperbarui 03 Mei 2017, 08:30 WIB
20151221-ATM-Himbara-JT
Perbesar
Nasabah saat mengambil uang di ATM Himbara di Tanah Abang (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan usulan penghapusan biaya transaksi transfer antar bank badan usaha milik negara (BUMN) masih merupakan kajian pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN.

"Itu (penghapusan biaya transfer) masih kajian," ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono, dalam pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurut Maryono, konsentrasi bank-bank pelat merah sekarang ini adalah berfokus pada integrasi puluhan ribu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) antar bank BUMN. Targetnya tuntas di akhir 2017.

"Fokus kita ATM link supaya dapat beroperasi sesuai rencana," dia mengatakan.

Saat ini, tarif transfer antar bank BUMN di jaringan ATM Link dikenai biaya Rp 4.000 per transaksi. Sedangkan biaya transfer ke non-bank BUMN sebesar Rp 6.500 per transaksi.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN sedang mengkaji penghapusan biaya transfer antar bank BUMN atau bank yang masuk dalam Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yang tergabung dalam jaringan Link