Pemerintah Harus Percepat Pembangunan KEK Tanjung Api-api

Oleh Septian Deny pada 19 Apr 2017, 17:01 WIB
Diperbarui 19 Apr 2017, 17:01 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (Ilustrasi: kek.go.id)
Perbesar
Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (Ilustrasi: kek.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berharap pemerintah serius untuk mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Adanya KEK akan menjadi wujud pemerataan pembangunan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir mengatakan, untuk mewujudkan KEK Tanjung Api-api sebagai tulang punggung perekonomian Sumatera Selatan, maka pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama.‎ 

"Pelabuhan internasional KEK Tanjung Api-api harus benar-benar bisa diwujudkan. Setelah itu kami yakin kalau KEK bisa berkembang," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Selain itu, pemerintah pusat juga harus lebih percaya dan memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pembangunan KEK Tanjung Api-api.‎ Menurut dia, hingga saat ini peran aktif dari pemerintah pusat belum terlihat dalam menggenjot pembangunan KEK tersebut.

"Sebab, saat ini perlibatan pemerintah pusat masih belum tampak dan kalau pun pemerintah tidak punya dana untuk mengembangkan biarkan mereka undang investor untuk membangun," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengembangan KEK Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan dipercepat. Adanya KEK ini diharapkan mampu meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.

Jokowi mengungkapkan, pada 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan mencapai 5,03 persen atau sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya KEK, maka pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut bisa melesat melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saya juga minta percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus KEK Tanjung Api-Api dan kemungkinan pengembangan di Tanjung Carat. Saya yakin pemain kawasan ekonomi akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang baru sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan, yang pada tahun 2016 bisa tumbuh 5,03 persen, sedikit diatas rata-rata nasional," ujar dia.

Keberadaan KEK di sebuah provinsi akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut. Di Sumatera Selatan sendisi potensial untul menarik sejumlah sektor investasi seperti petrokimia, otomotif, elektronik dan lain-lain.

"Kawasan ekonomi khusus ini juga bisa dikembangkan untuk menampung minat investasi sektor industri pengolahan mulai petrochemical, maupun pengembangan investasi di industri otomotif, elektronik, industri manufaktur dan lain-lainnya," kata dia. (Dny/Gdn)