Mesir Minati Tank Boat Buatan Pindad

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 18 Apr 2017, 17:01 WIB
Diperbarui 18 Apr 2017, 17:01 WIB
Antasena Kapal Tank Pertama di Dunia Buatan Pindad
Perbesar
Antasena Kapal Tank Pertama di Dunia Buatan Pindad

Liputan6.com, Bandung - PT Pindad (Persero) mengenalkan produk kendaraan tempur terbarunya berupa tank boat, ‎yang dinamakan Antasena pada akhir 2016.

Kendaraan tempur atas air buatan Pindad yang bekerjasama dengan PT Lundin ini perlahan mulai dikenal dunia pasca dipamerkan dalam Indo Defence 2016 lalu. Akhirnya, saat ini Mesir menjadi negara yang getol untuk menjajaki pembelian Antasena ini.

"Mesir jadi negara yang sejauh ini kami lihat paling berminat," kata‎ Sekretaris Perusahaan Pindad Bayu A Fiantoro‎ saat berbincang dengan wartawan di kawasan pabrik Pindad, Bandung, Selasa (18/4/2017).

Bayu menuturkan, perwakilan Mesir juga telah mendatangi kantor Pindad untuk mengetahui secara lebih detil mengenai spesifikasi, teknologi dan harga yang dibanderol oleh Pindad.

"Sampai saat ini baru Mesir, tapi kami terus coba pasarkan," tambah Bayu.

Di lingkup internasional, Pindad tengah menjadikan kawasan Timur Tengah sebagai target pasar utama berbagai produknya. Selain tank boat, Panser Anoa juga sudah dikenal cukup akrab dengan negara-negara di Timur Tengah.

Tahun ini, Pindad akan memproduksi setidaknya 200 kendaraan tempur berbagai jenis. Sedangkan produksi senjata, perseroan akan memproduksi sebanyak 50 ribu dan amunisi sebanyak 150 juta.

Sebagai informasi, kapal tank ini memiliki panjang 18 m dan bisa beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Ini dinilai cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang punya banyak perairan.

‎Tank boat ini terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran (double hull). Dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat tersebut mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan daya jelajah 400 nautical mile (NM).

‎Sementara untuk sistem persenjataan, Pindad menggandeng CMI Defence yang memasang turret 105 mm. ‎Nantinya proses pembuatan turret 105 mm ini akan dilakukan di pabrik Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, produk ini juga dibekali dengan sistem persenjataan lain seperti remote control weapon system (RCWS) dengan kaliber 7.62 mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih. (Yas)

 

 

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya