Lokasi Bandara Baru Bali Ditetapkan Tahun Ini

Oleh Dewi Divianta pada 06 Apr 2017, 21:14 WIB
Diperbarui 06 Apr 2017, 21:14 WIB
Kementerian Perhubungan akan membangun bandara baru di Bali untuk mendukung Bandara Ngurah Rai.
Perbesar
Kementerian Perhubungan akan membangun bandara baru di Bali untuk mendukung Bandara Ngurah Rai.

Liputan6.com, Nusa Dua - Kementerian Perhubungan akan menentukan titik lokasi pembangunan bandara baru di Bali tahun ini. Dua konsultan yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan telah menyerahkan hasil studi mereka. 

Direktur Bandar Udara Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Yudi Sari Sitompul memastikan lokasi pembangunan bandara baru akan dilakukan di Kabupaten Buleleng, Bali.  Namun titik lokasi untuk pembangunan bandara tersebut belum dipastikan. Penentuan titik lokasi akan dilakukan setelah Pemerintah Daerah setempat melakukan studi atas rencana tersebut.

"Setelah pemerintah daerah melakukan studi, Insya Allah tahun ini kita tetapkan (lokasinya)," kata Sari di Nusa Dua, Kamis (6/4/2017).

Penentuan titik lokasi itu dianggap penting lantaran saat ini ada dua konsultan yang telah menyampaikan presentasi. Sari mengaku telah menerima pemaparan dari kedua konsultan tersebut. Di hadapan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kedua konsultan memaparkan titik berbeda.

Untuk melihat lebih dekat lokasi tersebut, ‎Sari mengaku tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan udara dalam waktu dekat akan mengunjungi lokasi. "Jadi kita ingin lihat mana yang paling tepat. Minggu depan tim akan turun ke lokasi," ucap dia.

Sari tak menampik jika salah satu paparan konsultan akan melakukan reklamasi atas rencana pembangunan bandara tersebut. ‎"Sebenarnya kalau kita lihat bukan semuanya reklamasi.‎ Tapi ada yang kena reklamasi. Kami belum bisa bilang ya atau tidak, karena baru minggu depan kami akan ke sana untuk melihat lokasi," tutur Sari.‎

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso menjelaskan bahwa pembangunan bandara di Buleleng tak hanya soal pemindahan lalu lintas pesawat belaka, tetapi juga tercakup membangun obyek wisata baru yang belum dikembangkan. ‎

"Ini akan sangat menarik. Kemudian yang kita tawarkan untuk jangka panjang yakni new airport di Jakarta," kata Agus. (Dewi/Gdn)