Investor Malaysia Tertarik Tanam Modal di Wilayah Perbatasan

Oleh Zulfi Suhendra pada 10 Mar 2017, 09:45 WIB
Diperbarui 10 Mar 2017, 09:45 WIB
perbatasan ri-malaysia
Perbesar
(Raden AMP/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan Pemerintah Malaysia tertarik untuk melakukan kerja sama dalam membangun desa-desa di perbatasan di kedua negara. Pemerintah sudah melakukan pembicaraan mengenai hal ini dengan Malaysia.

"Kami sudah melakukan pembicaraan kemungkinan potensi investor Malaysia dan daerah di perbatasan Indonesia dan Malaysia," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, usai pertemuan dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim, di Jakarta, ditulis, Jumat (10/3/2017).

Dikatakan Eko, menurut pembicaraan dengan Dubes Malaysia, investor dari Negeri Jiran tertarik untuk berinvestasi di sejumlah bidang seperti pembangkit listrik, tambang batu bara, perkebunan, dan lainnya. Salah satunya adalah  perusahaan listrik asal Malaysia, TNB, tertarik untuk bekerja sama dengan PLN di perbatasan Kalimatan Timur.

"Sekarang masih dalam tahap pembicaraan awal," kata Eko.

Sementara itu, Dubes Malaysia Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim, mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan kedua negara agar tidak terjadi kesenjangan di kedua wilayah tersebut.

Dalam waktu dekat, lanjut Dubes, pihaknya dan Kemendes PDTT akan membentuk kelompok kerja membicarakan mengenai kerja sama kedua negara tersebut.

"Kami sebagai pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk berinvestasi di Indonesia. Kami tahu, ada beberapa perusahaan asal Malaysia yang tertarik investasi di Indonesia."

Dubes menyebut panjang perbatasan darat antara Malaysia dan Indonesia mencapai 2.000 kilometer, sekitar 40 persen dari jumlah tersebut merupakan pegunungan.

"Investasi kemungkinan di dataran rendah dan yang paling utama dalam berinvestasi adalah ketersediaan energi terlebih dahulu," cetus Dubes.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya