Bekali Diplomat Informasi Ekonomi, BI dan Kemenlu Jalin Kerjasama

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 03 Mar 2017, 11:14 WIB
Diperbarui 03 Mar 2017, 11:14 WIB
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia
Perbesar
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi dunia (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai‎ peningkatan diplomasi ekonomi. Nantinya Kemenlu akan mendapatkan informasi mengenai berbagai sektor ekonomi dari BI.

Pendatanganan dilakukan langsung Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jumat (3/3/2017).

Menlu Retno menjelaskan para diplomat Indonesia yang berada di luar negeri kerap kekurangan informasi terutama dalam hal ekonomi di dalam negeri.

"Dengan adanya kerjasama ini maka diplomat kita akan mendapat amunisi-amunisi yang banyak, untuk memperjuangkan Indonesia, memperjuangkan kepentingan ekonomi Indonesia di luar negeri," kata Retno di kantornya.

Selama ini, para diplomat Indonesia yang tersebar di 180 negara di dunia memiliki tugas untuk memperjuangkan kepontingan Indonesia di mata internasional.‎

Kerjasama dengan Kementerian/Lembaga lain menjadi satu hal yang sangat positif dalam rangka memperkaya informasi.

Di kesempatan yang sama, Agus Martowardojo berterima kasih kepada Retno atas peningkatan kerjasama ini.

Kerjasama ini sudah berlangsung pada tahun lalu. Kerjasama kali ini lebih bersifat perpanjangan dan‎ peningkatan kapasitas informasi.

"Diplomat memang harus dibekali mengenai ekonomi Indonesia, inflasi, utang luar negeri kita, neraca pembayaran, dan lain-lain. Jadi bisa menjelaskan ke berbagai stakeholder di dunia mengenai bagaimana Indonesia saat ini dan kedepannya," papar Agus.

Sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga dalam anggota G-20, menurut Agus, Indonesia harus mempromosikan dan mengkomunikasikan hal itu ke berbagai negara.

"Harapannya jika diplomat kita punya amunisi banyak, maka kepercayaan masyarakat di dunia, investor luar negeri ke Indonesia akan semakin tinggin" tutup Agus. (Yas/nrm)