Chappy Hakim Mundur dari Presiden Direktur Freeport?

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 18 Feb 2017, 10:00 WIB
Diperbarui 18 Feb 2017, 10:00 WIB
Bos Freeport Chappy Hakim
Perbesar
Bos Freeport Chappy Hakim

Liputan6.com, Jakarta Kabar mengejutkan tersiar, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim mengundurkan diri dari jabatannya. Jabatan tersebut belum lama dia emban karena dia ditunjuk pada November 2016.  

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu menceritakan itu dalam kuliah Twitter (kulwit) yang diberi tema "Buah Simalakama Freeport" yang ditulisnya semalam. Dikutip dari twitternya, Said Didu mendengar kabar hal itu baru sore kemarin.

"Saya dapat informasi tadi sore bahwa Dirut Freeport pak @chappyhakim mengundurkan diri. Artinya ada masalah serius yang terjadi," tulis dia‎ seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (18/2/2017).

"Dengan mundurnya pak @chappyhakim maka muncul buah #simalakama lain yaitu hubungan dengan investor dan pemilik saham di AS," tambah dia.

Beberapa jam yang lalu, Said juga menegaskan kembali dalam cuitannya menjawab keraguan orang soal mundurnya Chappy Hakim. Seorang pengguna Twitter dengan akun el_massoud bertanya pada Said: "Sekilas td baca di awal, Pak Cheppy Hakim apakah sdh mundur sbg Dirut FI. Bukannya baru diangkat dia?" tanya akun itu.

Said juga menjawab bahwa Chappy sudah mengundurkan diri sejak kemarin siang "Sudah mundur kemarin siang," balas cuitan Chappy.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Chappy ataupun pihak Freeport.

Freeport belakangan ini menjadi sorotan. Belum lama, Chappy Hakim terlibat konflik kecil dengan angoota DPR RI‎ Komisi VII Mochtar Tompo saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Chappy tidak terima ketika anggota DPR tersebut yang menyebut Freeport Indonesia tidak konsisten dalam membangun smelter.

Akibat insiden itu, fraksi Partai Hanura yang menjadi partai Mochtar mengeluarkan tiga tuntutan. Pertama, pemecatan Chappy dari Presdir Freeport; kedua, Freeport Indonesia secara resmi meminta maaf kepada Mochtar dan DPR RI; ketiga, Chappy secara langsung juga diminta minta maaf. Chappy pun meminta maaf.

Selain itu, baru-baru ini Freeport juga dikabarkan menghentikan seluruh operasional tambang sejak 10 Februari 2017. Akibatnya, para pekerja terancam untuk dirumahkan.

Ketua Serikat Pekerja Freeport Indonesia Virgo Solossa menjelaskan, seluruh operasional tambang Freeport telah berhenti sejak satu pekan lalu.

"Saat ini pekerjaan yang berjalan hanya maintenance (perawatan) saja," jelas dia kepada Liputan6.com, Jumat (17/2/2017).

Penghentian operasi itu karena Freeport tidak bisa melakukan penambangan lagi. Selama ini Freeport mengirim produksi 40 persen konsentrat ke smelter di Gresik dan mengekspor 60 persen produksi. Namun sejak adanya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017, Freeport tidak bisa lagi mengekspor konsentrat.