Pemerintah Revitalisasi 11 Pasar di Wilayah Perbatasan

Oleh Septian Deny pada 18 Jan 2017, 14:45 WIB
Diperbarui 18 Jan 2017, 14:45 WIB
 Petani resah dengan peredaran kentang impor di pasar tradisional yang dinilai merugikan. Namun pedagang mengaku juga lebih suka menjual kentang produksi petani lokal. (Liputan6.com/Fiki Ariyanti)
Perbesar
Petani resah dengan peredaran kentang impor di pasar tradisional yang dinilai merugikan. Namun pedagang mengaku juga lebih suka menjual kentang produksi petani lokal. (Liputan6.com/Fiki Ariyanti)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan merevitalisasi 11 ‎pasar di wilayah perbatasan. Untuk program tersebut, akan dialokasikan  anggaran revitalisasi sebesar Rp 950 juta untuk masing-masing pasar.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM ‎Yuana Setyowati mengatakan perbaikan usaha dan pasar di wilayah perbatasan penting dilakukan.

Hal tersebut karena selama ini banyak masyarakat di wilayah perbatasan lebih mudah berbelanja kebutuhan sehari-harinya di wilayah negara lain. Ini terjadi di Entikong yang berbatasan dengan Malaysia.

"Dengan Malaysia, karena kita punya isu soal Entikong. Karena pasarnya dekat, jadi masyarakat lebih banyak belanja ke sana. Perbatasan kalau tidak ada sentuhan langsung (dari pemerintah) akan sangat berat," ujar dia di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, 11 pasar yang akan direvitalisasi tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur‎ (NTT), Papua dan Kalimantan.

“Daerah perbatasan itu di antaranya NTT, Papua, Kalimantan. Kami menyiapkan dana hibah untuk nanti dikelola oleh Pemda (Pemerintah Daerah)," kata dia.

Dia menjelaskan, secara total Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan revitalisasi 51 pasar yang tersebar di 24 provinsi. Selain 11 pasar di perbatasan, ada 40 pasar lain yang akan direvitalisasi di daerah reguler.

Menurut Wayan, program revitalisasi pasar rakyat berupa perbaikan pasar lama yang kondisi bangunannya sudah tidak bagus dan kumuh. Kementerian lalu merenovasi menjadi bangunan permanen.

Di setiap pasar akan dilengkapi dengan fasilitas berupa WC, westafel, maupun tempat pembuangan sampah.

Revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat merupakan agenda prioritas dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak 2015 sampai dengan 2019 pemerintah menargetkan merevitalisasi 5.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan berkontribusi sebanyak 1.075 pasar rakyat sampai 2019. Namun, pada 2015 lalu baru berhasil direvitalisasi 64 pasar rakyat.

Sedangkan 2016 terealisasi 84 pasar rakyat dari target 85 pasar rakyar dengan anggaran yang terserap sebesar Rp 80,7 miliar.(Dny/Nrm)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya