Mendag: Kenaikan Harga Cabai Hanya Sesaat

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Jan 2017, 21:45 WIB
Diperbarui 11 Jan 2017, 21:45 WIB
20160614-Cabai Merah-Cabe-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Melimpahnya pasokan cabai merah di minggu kedua Ramadan membuat harganya mengalami penurunan dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 25.000/kg - Rp 28.000/kg, Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (14/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Harga cabai rawit merah saat ini masih bertengger di kisaran Rp 120 ribu di DKI Jakarta. Harga ini membuat sebagian besar masyarakat mulai mengurangi konsumsi cabai rawit merah.

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan RI Emggratiasto Lukita meminta masyarakat untuk mencari alternatif. Jika cabai rawit merah mahal, dia menyarankan untuk mengkonsumsi jenis cabai yang lain.

"Yang naik itu harga cabai rawit merah kan, jadi makanlah cabai rawit hijau, sama-sama pedesnya juga kok. Jadi kenaikan ini hanya sesaat," kata Enggar di kantornya, Rabu (11/1/2017).

Dia menegaskan meski harga cabai rawit merah tersebut tak kunjung turun, pemerintah tidak akan melakukan impor cabai. Enggar memastikan bahwa sebenarnya stok cabai saat ini sangatlah cukup.

Hanya saja para petani belum bisa melakukan panen karena terkendala curah hujan yang tinggi. Jika saat seperti itu dilakukan panen, maka cabai-cabai tersebut akan busuk, sehingga merugikan para petani.

Tak hanya soal panen, rantai distribusi juga akan terkendala jika dilakukan saat curah hujan tinggi. "Jadi mereka juga cari hari untuk pengiriman cabai, supaya terhindar dari hujan, karena itu terlalu beresiko," tegas dia. (Yas)

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid