Menhub Lepas Pelayaran Perdana Kapal Rakyat ke Kepulauan Seribu

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 10 Jan 2017, 09:30 WIB
Diperbarui 10 Jan 2017, 09:30 WIB
Kapal Pelni KM Express Bahari 3B.
Perbesar
Kapal Pelni KM Express Bahari 3B.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi melepas pelayaran perdana kapal rakyat dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Kepulauan Seribu pada pagi ini.

Kapal yang diresmikan ini merupakan tindak lanjut PT Pelni (Persero) dalam melayani pelayaran dari Jakarta ke Kepulauan Seribu pasca terbakarnya KM Zahro Ekspres beberapa waktu lalu.

"Ini bentuk pemenuhan kebutuhan transportasi di Jakarta ke Kepulauan Seribu dengan tingkat savety, security dan level of service yang bisa terjamin, karena kita libatkan Pelni," kata Budi Karya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Budi menjelaskan kapal rakyat yang dioperasikan ini merupakan satu dari beberapa kapal yang nantinya akan dioperasikan oleh BUMN ke Kepualuan Seribu. Setidaknya ada PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dilibatkan untuk melayani pelayaran rakyat itu.

"Nanti ada 5 kapal, 3 dari Pelni dan 2 dari ASDP. Keberangkatannya nanti ada dua, ada yang dari Sunda Kelapa, ada juga yang dari Angke," tegas Menhub.

KM Express Bahari 3B, yang beroperasi hari ini, merupakan kapal cepat buatan tahun 2005 dengan panjang 30 meter dan terbuat dari fiberglass, dengan kapasitas angkut 208 orang ditambah 6 orang kru kapal.

Selain KM Express Bahari 3B, kapal PT Pelni lainnya yang melayani Kepulauan Seribu adalah KM Sabuk Nusantara 46 yang telah dioperasikan sejak akhir 2015.

Kapal Pelni KM Express Bahari 3B.

PT Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayari 90 lebih pelabuhan di Indonesia. PT Pelni juga mengoperasikan 6 kapal Tol Laut dan 46 kapal perintis yang keduanya merupakan penugasan resmi dari Pemerintah.

Pada tahun 2017 ini, PT Pelni berhasil menghubungkan (connecting) jadwal pelayaran kapal penumpangnya dengan kapal perintis. (Yas/Gdn)‎

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya