Strategi Pemerintahan Jokowi Atasi Harga Cabai yang Mahal

Oleh Ahmad Romadoni pada 09 Jan 2017, 12:45 WIB
Diperbarui 09 Jan 2017, 12:45 WIB
(Liputan6.com/ Ahmad R)
Perbesar
Presiden Jokowi cek harga di pasar kajen

Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai rawit merah masih tinggi di sejumlah daerah. Harganya masih di kisaran Rp 100 ribu per kilogram (Kg).

Saat meninjau pasar Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menggunakan kesempatan itu untuk memeriksa sendiri harga cabai yang mahal dan tak kunjung turun.

Usai berkeliling ke sejumlah kios di pasar, Jokowi berhenti di sebuah kios sayur-sayuran. Komoditas cabai pun menyita perhatian Presiden Jokowi.

"Yang cabai rawit merah Rp 100 ribu. Tapi yang lain, cabai merah Rp 50 ribu, yang cabai hijau juga di kisaran Rp 45 ribu-Rp 50 ribu," ujar dia.

Oleh karena itu, Jokowi sudah memerintahkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk suplai cabai di daerah yang berlimpah ke daerah yang stoknya sedikit. Ini untuk memenuhi kebutuhan cabai di seluruh Indonesia.

"Gorontalo stoknya melimpah. Dari sana akan kami salurkan ke daerah lain," tutur dia.

Presiden Jokowi cek harga di pasar kajen

Jokowi mengatakan, harga cabai tinggi ini bukan tanpa alasan. Pertama, hasil pertanian 2016 terutama cabai memang kurang bagus. Ini tentu berimbas ke pasokan cabai untuk masyarakat.

"Yang namanya harga tergantung dari supply dan demand. Karena musimnya pada 2016 kemarin memang jelek untuk cabai sehingga banyak yang busuk dan gagal panen sehingga supply kurang. Itu fluktuaktif," ujar dia.

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid