Periode II Bakal Berakhir, Sri Mulyani Sidak Layanan Tax Amnesty

Oleh Fiki Ariyanti pada 28 Des 2016, 21:16 WIB
Diperbarui 01 Jan 2017, 09:57 WIB
Usai melakukan rapat pimpinan dengan pejabat Eselon I, Menkeu Sri Mulyani melakukan sidak pelayanan tax amnesty di Kantor Pusat DJP. (Liputan6.com/Fiki Ariyanti)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani‎ Indrawati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk memantau perkembangan program pengampunan pajak (tax amnesty) di periode II yang akan berakhir 31 Desember 2016.

Dari pantauan Liputan6.com, pada Rabu malam (28/12/2016), usai melakukan rapat pimpinan (rapim) dengan pejabat Eselon I di Gedung A Kantor Pusat DJP, Sri Mulyani bergegas menuju Gedung Utama untuk ‎mengecek pelayanan tax amnesty kepada Wajib Pajak (WP) sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat memasuki ruang pelayanan, Sri Mulyani memeriksa jumlah peserta yang sudah ikut tax amnesty per hari ini. Tercatat 1.030 WP mendatangi layanan nomor antrean. Antrean paling banyak sebagai kuasa WP yang mencapai lebih dari 740, dan sisanya WP Orang Pribadi serta Badan.

‎Petugas pajak memang telah membuka pelayanan bagi peserta tax amnesty sejak pukul 08.00 WIB hingga malam hari dan terbagi dalam tiga shift.

Setelah melihat antrean, Sri Mulyani turut menyapa peserta tax amnesty yang masih mengantre meski sudah datang sejak pagi hari. ‎Salah satunya Faisal (22), kuasa dari perusahaan swasta ini mengaku sudah datang ke Kantor Pusat DJP sejak pukul 09.30 WIB.

"Kamu membawa berapa banyak Surat Pernyataan Harta (SPH) dari perusahaan? Sudah makan belum datang ke sini dari pagi?," tanya Sri Mulyani kepada Faisal.

Faisal menjawab. "Saya bawa 4 SPH, Bu. Tadi sudah 2 SPH disampaikan, sekarang tinggal 2 lagi. Saya belum makan, cuma dikasih air mineral sama permen," ungkap dia.

Sri Mulyani kembali menimpali pernyataan tersebut. "Oh, belum makan ya. Maaf ya tidak dikasih makan, sebab penerimaan pajak masih kurang. Sabar ya semoga cepat selesai," dia menimpali dengan guyonan.

Sri Mulyani kembali berkeliling. Dia langsung mendatangi layanan mini ATM yang tersedia untuk membayar uang tebusan secara praktis. Ada mesin EDC dari bank-bank BUMN, dilengkapi tata cara pembayaran pajak sehingga memudahkan WP.

Tak ketinggalan, dia pun menyapa dan berbincang dengan Tim IT yang mengurusi pelayanan tax amnesty.

Sri Mulyani menanyakan kendala seperti kondisi server down atau hang dan bagaimana cara mengatasi apabila CD dari peserta tax amnesty terserang virus.

Pertanyaan tersebut kemudian dijawab Tim IT DJP bahwa tidak ada permasalahan, sejauh ini server atau sistem aman, karena sudah dipasang antivirus sehingga tidak merusak sistem.

‎Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga berbincang dengan para konsultan pajak yang menjadi kuasa dari WP yang berhalangan hadir saat ikut tax amnesty.

"Kalau yang dilaporkan WP Badan jangan bantu WP turunin aset supaya jadi UMKM, kasihan negaranya dong kalau cuma bayar uang tebusan 0,5 persen," pinta Sri Mulyani.

Di periode II, Sri Mulyani mendapati peserta tax amnesty dari perusahaan mulai dari Telkom sampai rumah duka, bahkan agen elpiji yang lokasinya nun jauh di Purwakarta. ‎

"Saya datang ke Kantor Pusta DJP, ikut tax amnesty dari Purwakarta supaya jelas semuanya. Kebanyakan harta sudah dilaporkan di SPT, tapi ada yang belum seperti harta dalam bentuk mobil kantor, truk atau armada untuk angkut elpiji," ucap pemilik agen elpiji tersebut kepada Sri Mulyani.

Usai memantau 33 bilik layanan tax amnesty yang dinilai berjalan baik, pelayanan akhir WP diberikan semacam doorprize atau hadiah sebagai tanda terima kasih sudah ikut tax amnesty.

Kali ini, Sri Mulyani dipersilakan menguji keberuntungan untuk mendapatkan hadiah, dan ternyata dia memperoleh sebuah goodybag isinya dompet berukuran besar. (Fik/Nrm)