Incar Pendapatan Rutin, Pengembang Ini Dorong Bisnis Perhotelan

Oleh Muhammad Rinaldi pada 13 Des 2016, 10:31 WIB
Diperbarui 13 Des 2016, 10:31 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan properti Paramount Land terus berupaya meningkatkan pendapatan rutin (recurring income) dari pengelolaan hotel dan rumah sakit. Selama ini, kontribusi pendapatan rutin perseroan baru 20 persen, jauh di bawah pendapatan penjualan properti yang mencapai 80 persen dari keseluruhan raihan perusahaan setiap tahun.

"Sebagian besar pendapatan kami masih berasal dari penjualan properti baik produk residensial maupun komersial. Namun kami juga terus memacu pendapatan rutin terlebih dari pengelolaan hotel," ungkap Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho yang ditulis Liputan6.com, Selasa (13/12/2016).

Perseroan baru saja mengoperasikan Starlet Hotel Serpong untuk memenuhi tingginya permintaan kamar hotel berkualitas bagi kalangan pebisnis di kawasan tersebut. Selain beberapa hotel lain yang diharapkan mulai berkontribusi terhadap pendapatan perseroan pada 2017.

Saat ini, Paramount Land melalui anak usahanya di bidang hospitality, Parador Hotels & Resorts dalam usia yang sudah memasuki tahun keempat telah mengoperasikan delapan hotel, dimana tujuh hotel dimiliki sendiri, sedangkan satu hotel lagi milik pihak lain yang dioperasikan Parador Group.

Starlet Hotel Serpong berlokasi di Jalan Raya Serpong, yang dikonsep sebagai hotel ekonomis pertama di Indonesia dengan teknologi aplikasi mobile (self-check-in) dan terobosan tanpa kunci. "Hotel ini merupakan hotel ke-8 di bawah manajemen Parador dan hotel ke-7 milik Paramount Land," kata Ervan.

Pihaknya, ujar dia, sejak 2012 telah membangun tujuh hotel dari bintang dua hingga bintang empat, yang tersebar di Gading Serpong, Malang dan Magelang. Selain mengelola hotel milik pihak lain yaitu Fame Hotel Batam.

Direktur Paramount Land, Aryo Tri Ananto menambahkan Hotel Starlet Serpong adalah hotel ekonomis namun tetap mengutamakan kenyamanan para tamu. Dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare, memiliki 109 kamar, di desain secara efesien dan fasilitas yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan tamu, traveler, pebisnis, maupun trader.

"Ini adalah hotel ekonomis pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi self-check-in dan tanpa kunci. Ini terobosan mutakhir seiring pesatnya teknologi aplikasi mobile," papar dia.

Deputy Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts, Johannes Hutauruk mengatakan teknologi aplikasi mobile ini membuat reservasi hingga masuk ke dalam kamar bisa dilakukan dengan menggunakan gadget.

"Untuk efisiensi, kami sudah meninggalkan kunci manual dengan beralih dengan menggunakan aplikasi gadget," terang dia.

Tidak hanya itu, lanjut Johannes, melalui aplikasi tersebut para tamu bisa memilih kamar sesuai dengan yang diinginkan dan mengunci pintu dengan menggunakan telepon pintar mereka. Aplikasi tersebut dapat diunduh di Google Play.

Selain Starlet Hotel Serpong, Paramount Land juga berencana membangun beberapa Starlet Hotel lainnya di BSD City dan dekat Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Parador saat ini memiliki lima brand hotel yakni Vega Hotels, Atria Hotels, Ara Hotels, Fame Hotels, dan Starlet Hotels.

Paramount Land memproyeksikan perolehan penjualan pemasaran (marketing sales) sekitar Rp 2,5 triliun pada 2017. Target itu dianggap realistis di tengah kondisi pasar properti yang diperkirakan belum terlalu kondusif.

Sedangkan penjualan di 2016 diyakini akan menyentuh angka Rp 2 triliun hingga pengujung tahun ini. (Muhammad Rinaldi/Gdn)

Tag Terkait