Demo 2 Desember Tak Bakal Ganggu Iklim Investasi

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 21 Nov 2016, 13:43 WIB
Diperbarui 21 Nov 2016, 13:43 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan, aksi demonstrasi yang terjadi selama ini tak terlalu mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Sedangkan untuk aksi demo yang akan berlangsung 2 Desember nanti, pengusaha juga melihat bahwa demo tersebut tidak mengganggu iklim nvestasi asal berlangsung damai. 

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani menjelaskan, demonstrasi yang berlangsung belakangan ini tidak mempengaruhi iklim usaha di Indonesia. Terbukti, investor baik lokal maupun asing masih ingin menanamkan modal di Indonesia. Ia pun berharap, jika ada aksi demonstrasi lagi, aksi tersebut tidak dibarengi dengan tindakan anarkis. 

"Sebagai sebuah negara aksi demo adalah hal yang biasa karena wujud dari menyatakan pendapat. Tapi kami berharap kalaupun ada demo jangan ada kerusuhan," kata dia Rakornas Kadin di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Senin (21/11/2016).

Ia melanjutkan, sejauh ini aksi demo yang telah terjadi tidak mengganggu iklim investasi. "Saya terus aktif melakukan pembicaraan ke para investor asing yang sudah berinvestasi ke sini, satu-satu. Mereka saya undang kepada pengusaha nasional yang sudah investasi. Dan mereka tetap investasi karena mereka bilang demo di Jakarta sedangkan pabrik bukan di Jakarta," jelas dia.

Pada kesempatan ini juga, Rosan membantah adanya pencabutan uang besar-besaran di bank atau rush money. Rosan menegaskan, hal itu tak akan terjadi. "Tidak. Kita imbau jangan. Jangan seperti itu. Kita dan Saya dari Kadin tegas bilang ke pengusaha saya tanya tidak ada," tutup dia.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan 1 juta buruh di Indonesia akan melakukan mogok nasional pada 2 Desember 2016. Aksi ini akan berlangsung di 250 kabupaten/kota di 20 provinsi untuk menyuarakan tiga tuntutan. Salah satunya menolak upah murah.

"Buruh di 250 kabupaten/kota di 20 provinsi sekitar hampir 1 juta buruh akan melakukan mogok nasional dalam bentuk unjuk rasa nasional setop produksi. Aksi ini digelar 2 Desember mendatang, dari sebelumnya direncanakan 25 November ini," kata Presiden KSPI, Said Iqbal, di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Khusus buruh se-Jabodetabek dan Karawang, Said mengatakan lebih dari 200 ribu buruh pada saat mogok nasional 2 Desember ini akan bergerak melakukan demo di Istana Negara. Titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia. "Sedangkan mogok nasional buruh di 19 provinsi lainnya dilakukan di kawasan industri dan kantor gubernur masing-masing," ujar dia.

Said menuturkan, tiga isu yang akan disuarakan para buruh pada mogok nasional. Pertama, meminta pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan tolak upah murah.

Tuntutan kedua, meminta kenaikan upah minimum 15-20 persen, dan ketiga, penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Penjarakan sekarang juga tersangka Ahok penista agama sebagaimana tersangka sebelumnya demi tegaknya supremasi hukum. Isu ini sudah dari dua bulan lalu diteriakkan oleh buruh, termasuk menolak penggusuran dan reklamasi yang merusak lingkungan hidup," ucap Said.