Kemenperin Dorong IKM Produksi Blok Rem untuk Kereta Api

Oleh Septian Deny pada 15 Nov 2016, 18:45 WIB
Diperbarui 15 Nov 2016, 18:45 WIB

Liputan6.com, Klaten - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mendorong pengembangan industri logam di Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Salah satu produk yang dibuat oleh IKM di wilayah ini yaitu blok rem untuk kereta api.

Direktur Jenderal ‎IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, selama ini produk blok rem metalik buatan IKM Ceper diserap oleh PT Inka dan PT KAI.

Namun seiring dengan pengembangan teknologi, kebutuhan blok rem bagi kedua BUMN tersebut berubah dari blok rem metalik ke blok rem komposit. Perubahan ini belum diantisipasi oleh ‎para IKM tersebut.

"Perkembangan teknologi, blok rem berubah. Dan ternyata katanya lebih bagus blok rem komposit ini," ujar dia dalam pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Membangun IKM Logam Ceper di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (15/11/2016).

Saat ini, Inka dan KAI telah bermitra dengan Koperasi Batur Jaya yang menaungi 160 IKM di Ceper. ‎Selain itu, terdapat 6 industri menengah yang telah berhasil menembus pasar BUMN secara mandiri dan menyuplai kebutuhan spare part Inka. Dengan penyerapan produk oleh BUMN ini, total omzet IKM di kawasan ini diperkirakan mencapai Rp 22,5 miliar.

‎"BUMN ini merupakan pasar yang sudah jelas. Dan sekarang ada Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Ada 19 proyek salah satunya infrastruktur kereta api. Ini kalau dipercepat, akan makin banyak jalur kereta di berbagai daerah, kemudian makin banyak kereta. Dengan semakin banyak kereta, kebutuhan blok rem kompositenya makin banyak," kata dia.

‎Selain itu, BUMN-BUMN ini juga diharapkan dapat membantu proses pembinaan bagi IKM logam Ceper, sesuai dengan program yang tengah dijalankan oleh perusahaan plat merah tersebut sehingga blok rem buatan IKM‎ ini bisa terus diserap oleh BUMN.

"Kalau kita bisa produksi yang komposit ini, impornya kita tutup. Produksi lokal kalau bukan diserap di dalam negeri, siapa yang akan beli," ujar dia. (Dny/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya