Riset: Wanita Kerja Lebih Lama tapi Digaji Lebih Kecil dari Pria

Oleh Vina A Muliana pada 03 Nov 2016, 06:14 WIB
Diperbarui 03 Nov 2016, 06:14 WIB
20160426-Ilustrasi-Wanita-Karir-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Wanita Karir (iStockphoto)

Liputan6.com, New York - Hasil survei terbaru yang dikeluarkan oleh World Economic Forum memperlihatkan adanya kesenjangan yang terjadi terhadap wanita di tempat kerja. Laporan yang berjudul "Global Report on Gender Quality" tersebut mengungkap bahwa wanita ternyata bekerja lebih lama dari pria, tetapi mendapat upah yang lebih sedikit.

Melansir Huffingtonpost.com, Kamis (3/11/2016), analisis World Economic Forum menilai rata-rata wanita bekerja 39 hari lebih banyak dari pria. Akan tetapi, jumlah upah yang diterima wanita justru lebih sedikit.

Rata-rata wanita di dunia mendapat penghasilan US$ 11 ribu dalam setahun, sementara penghasilan pria mencapai US$ 20 ribu per tahun.

Jumlah perekrutan tenaga kerja juga mengalami perbedaan yang signifikan. Laporan tersebut mengungkap bahwa tenaga kerja berusia 35 hingga 44 tahun didominasi oleh kaum pria. Tingkat perekrutan tenaga kerja pria mencapai 90 persen, sementara tenaga kerja wanita hanya mencapai 74 persen.

Wanita dinilai memakan waktu kerja lebih lama karena mereka harus melakukan berbagai pekerjaan lain di luar profesi utama. Pekerjaan seperti mengasuh anak, membersihkan rumah, hingga memasak masuk ke dalam beban yang harus dipikul seorang wanita.

"Pekerjaan tambahan yang harus dilakukan wanita ini sangatlah penting karena mendukung hajat hidup dari orang lain. Alhasil wanita pun bekerja lebih lama dibanding pria," tutur Kepala Riset Global Report on Gender Quality Saadia Zahidi.

Laporan World Economic Forum tersebut menggunakan data dari 33 negara Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD). Negara-negara yang termasuk OECD ini antara lain Amerika Serikat, negara Skandinavia, hingga sebagian besar negara di Eropa.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya