Konsumsi Premium Turun, BBM Non Subsidi Laris Manis

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 28 Sep 2016, 16:31 WIB
Diperbarui 28 Sep 2016, 16:31 WIB
Peningkatan konsumsi BBM non subsidi sudah mulai terasa saat peluncuran produk Pertalite di Samarinda sejak September 2015 lalu.
Perbesar
Peningkatan konsumsi BBM non subsidi sudah mulai terasa saat peluncuran produk Pertalite di Samarinda sejak September 2015 lalu. (Foto: Abelda/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) mengklaim penjualan bahan bakar non subsidi mengalami peningkatan. Penjualan bahan bakar non subsidi Pertamina saat ini mencapai 45 persen dari total penjualan 91 ribu kilo liter per hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan tren penjualan bakar non subsidi Pertamina, yaitu Pertamax Series dan Pertalite semakin hari semakin meningkat. Pada semester I 2016, rata-rata penjualan bahan bakar non subsidi hanya sekitar 15 ribu kilobliter per hari atau 20 persen dari total permintaan. Pada 20 hari pertama September 2016 konsumsinya telah mencapai 40,837 kilo liter per hari atau 45 persen dari total konsumsi gasoline.

“Perkembangan ini tentu sangat menggembirakan karena menunjukkan bahwa masyarakat konsumsi di Tanah Air sudah benar-benar bisa menerima inovasi produk yang dilakukan Pertamina," kata dia dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Berdasarkan statistik, tren penjualan Pertalite mengalami lonjakan paling tinggi di mana konsumsi pada September telah mencapai sekitar 25 ribu kilo liter per hari. Pada semester I 2016 rata-rata konsumsi Pertalite masih sekitar 6.500 kilo liter per hari.

Tren konsumsi Pertamax juga meningkat tajam dari semula rata-rata di kisaran 10 ribu kilo liter per hari pada semester I menjadi sekitar 15 ribu kilo liter per hari. Sedangkan, Pertamax Turbo yang baru diluncurkan pada awal Agustus juga terjadi lonjakan konsumsi sekitar 170 persen pada September 2016.

Sebaliknya, Wianda mengatakan, konsumsi Premium mengalami penurunan dari semula di kisaran 70 ribu kilo liter per hari pada semester I 2016 menjadi hanya 55 per hari kilo liter pada Agustus 2016. Pada 20 hari pertama September menjadi 50 ribu kilo liter.

“Karena permintaan yang terus turun, stok Premium saat ini berada di atas 22 hari dari biasanya sekitar 18 hari. Pertamina akan terus mencoba adaptif terhadap tren konsumsi masyarakat yang lebih memilih Pertamax Series dan Pertalite," tandas dia.