Ingin Punya Ide Berani? Yuk Belajar dari 10 Miliarder Ini

Oleh Agustina Melani pada 23 Agu 2016, 19:27 WIB
Diperbarui 12 Okt 2016, 10:49 WIB
Miliarder

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder kelihatan sangat menguasai kemampuan berpikir out of the box. Jalan pikir mereka berbeda dengan orang kebanyakan dan inilah yang membuat mereka spesial.

Mereka punya tujuan yang awalnya terdengar tidak realistis. Belum lagi risiko besar yang berani ditempuh demi mewujudkan tujuan tersebut.

Coba tengok daftar ide berani miliarder dunia berikut ini. Jika sukses diwujudkan, ide tersebut memiliki dampak global terhadap kehidupan manusia seperti dikutip dari www.cekaja.com, Selasa (23/8/2016):

1. Bill Gates: Meningkatkan taraf hidup orang miskin

Bill Gates dan istrinya Melinda merupakan orang paling kaya di dunia dengan total kekayaan hingga US$ 85,7 miliar. Selain kaya, mereka juga dikenal senang beramal.

Pasangan suami istri ini mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation di tahun 2000. Yayasan mereka mencari cara untuk meningkatkan hidup jutaan masyarakat miskin di seluruh dunia. Mereka bertekad menjadikan taraf hidup orang miskin lebih baik dan lebih cepat dalam 15 tahun ke depan.

Yayasan tersebut berencana meraih tujuan dengan memberikan fasilitas kesehatan, memberdayakan pertanian, meningkatkan pendidikan dan literasi keuangan, serta teknologi. Bill dan Melinda percaya jika cara tersebut ditempuh, kehidupan masyarakat miskin akan lebih sejahtera.

2. Charles Simonyi: Menambang di asteroid

Charles Simonyo adalah salah satu investor Planetary Resources, sebuah perusahaan yang punya visi "Lakukan hal yang mustahil sekarang" karena berniat menambang di asteroid.

Pria yang ada di belakang penciptaan Microsoft Word dan Excel ini punya kekayaan hingga US$ 1,73 miliar. Rencana ini direalisasikan di akhir dekade. Jika berhasil, misi ke asteroid akan membawa pulang air, hidrogen, dan oksigen bagi bumi yang sudah tercemar.

2 of 4

Jeff Bezos

3. Jeff Bezos: Membuat jam yang bisa beroperasi 10.000 tahun

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang kekayaannya mencapai US$58 miliar dilaporkan berinvestasi sebesar US$ 42 juta dalam proyek yang bertujuan untuk membuat jam yang bisa beroperasi hingga 10.000 tahun.

Jam tersebut rencananya menjadi ‘simbol dari kekuatan berpikir jangka panjang’. Dia berharap jam tersebut akan membuat orang berpikir jauh ke masa depan.

Sekarang ini jam tersebut tengah dibuat dan diperkirakan setinggi ratusan kaki. Jam panjang umur ini didirikan di gunung di bagian Texas Barat, namun dibuat tanpa deadline waktu. Saat sudah selesai, jam raksasa ini terbuka untuk umum.

4. Paul Allen: Memetakan otak manusia

Pada 2003, Microsoft co-founder dan miliarder Paul Allen mendirikan Allen Institute for Brain Sceince. Tujuan dari lembaga penelitian tersebut adalah untuk menemukan jawaban atas neurosains yang belum terjawab. Salah satunya adalah dengan memetakan otak manusia.

Jika berhasil, efeknya akan sangat berguna di dunia kedokteran. Para ahli akan tertolong dalam memahami, mengobati, dan mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson.

3 of 4

Peter Thiel

5. Wendy dan Eric Schmidt: Menggali rahasia lautan

Pada 2009, Wendy Schmidt mengunjungi kepulauan Carribbean untuk menyelam. Saat itulah dia mendapat ide untuk meneliti lautan. Setelah menyampaikan niat ini pada suaminya, Eric, yang merupakan petinggi google, mereka berdua kemudian memutuskan untuk mendirikan Schmidt Ocean Institute dengan modal US$ 100 juta.

Misi dari lembaga mereka adalah menjadi yang terdepan dalam melakukan penelitian dan eksplorasi bawah laut. Salah satu sumbangsih yang pernah mereka lakukan adalah mengungkap penyebab tsunami yang pernah menghantam Indonesia.

6. Peter Thiel: Melawan penuaan

Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal dengan kekayaan US$ 2,8 miliar menggelontorkan investasi untuk proyek penelitian. Jika terbukti berhasil, hasil dari penelitian ini akan sangat disukai kaum wanita. Pasalnya tim peneliti dengan disokong dana Thiel, berjuang agar manusia tidak menjadi tua.

Tidak diketahui pasti berapa jumlah uang yang Thiel investasikan. Namun diperkirakan pria berusia 48 tahun ini merogoh kocek hingga jutaan dolar AS.

7. George P. Mitchell: Membuat teleskop raksasa

George P. Mitchell merupakan miliarder minyak asal Texas sebelum wafat pada 2013. Namun semasa hidup, dia merupakan seorang dermawan yang menyumbangkan US$ 25 juta untuk proyek Giant Magellan Telescope (GMT).

GMT yang dibuat di padang pasti Atacama di Chili diharapkan dapat mengukur jarak benda-benda langit dan meneliti komposisi materi dari benda-benda langit tersebut. Mungkin akan menjawab pertanyaan, "Apakah bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup?" Teleskop ini direncanakan selesai pada 2024 dan mengabiskan US$ 1 miliar.

4 of 4

Yuri Milner

8. Yuri Milner: Mencari alien

Yuri Milner merupakan miliarder asal Rusia dengan kekayaan US$ 3,3 miliar. Milner mengumumkan akan menggelontorkan dana hingga US$ 100 juta untuk mendanai proyek bernama Breakthrough Listen.

Tujuannya tidak lain untuk membuktikan keberadaan alien di luar angkasa. Nantinya, proyek tersebut akan berupaya untuk mencari mereka di antara satu miliar bintang dari 100 galaksi.

9. Dmitry Itskov: Mewujudkan agar manusia bisa hidup selamanya

Sama dengan Peter Thiel, Dmitry Itskov ingin melawan penuaan pada manusia. Namun pendekatan yang dia lakukan berbeda. Itskov yang dipanggil miliarder karena punya banyak cabang bisnis ingin mewujudkan manusia bisa hidup selamanya dengan menempatkan otak digital pada avatar.

Ini artinya, ingat manusia akan tetap hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Itskov menginvestasikan US$ 3 juta untuk proyek yang rencananya akan selesai pada tahun 2045 ini.

10. Manoj Bhargava: Membangun jaringan listrik untuk jutaan orang

Manoj Bhargava adalah miliarder dan kreator 5-Hour Energy. Misinya adalah meningkatkan hidup jutaan orang yang sulit mengakses listrik. Dengan kekayaan US$ 4 miliar, Bhargava mampu membangun stasiun listrik bertenaga sepeda.

Satu jam menggoes dapat menyalakan listrik rumah selama satu hari. Kini Bhargava telah membangun 10 ribu unit dan berencana mendistribusikannya ke seluruh India di tahun depan.

"Kalau Anda punya kekayaan, adalah tanggung jawabmu untuk menolong mereka yang kekurangan," kata Bhargava. "Jangan hanya bicara, tapi buatlah perbedaan yang nyata."  (Ahm/Ndw)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by