Reklamasi Usik Pipa Gas, Pasokan Listrik Jakarta Bakal Terganggu?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 19 Jul 2016, 19:35 WIB
Diperbarui 19 Jul 2016, 19:35 WIB
Ilustrasi tarif Listrik Naik (5)
Perbesar
Ilustrasi tarif Listrik Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Bandung - PT Pertamina Hulu Energy Offshore North West Java (PHE ONWJ) sedang mengkaji dampak reklamasi Teluk Jakarta pada kegiatan operasinya. Sebab ada satu pulau reklamasi yang berdekatan dengan fasilitas pipa milik PHE ONWJ.

Communication and Relations Manager PHE ONWJ Donna Priadi mengungkapkan, terdapat satu pulau G  yang berdekatan dengan fasilitas pipa yang mengaliri gas ke Tanjung Priok dan Muara Karang Jakarta. "Sekarang kita lihat paling dekat Pulau G," ‎kata Dona di Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/7/2017).

Dona menuturkan, gas dari pipa tersebut digunakan sebagai sumber bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok dan Muara Karang. Sehingga jika terjadi gangguan pada pipa pemasok gas tersebut ada kemungkinan pasokan gas untuk kedua PLTGU tersebut ikut terganggu.

"Pipa gas untuk PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priok. Kalau pipa terganggu pasokan terganggu,"‎ ungkap Dona.

Dona melanjutkan, sebagian besar dari total produksi gas PHE ONWJ dipasok ke PLTGU Tanjung Priok dan Muara Karang. Sedangkan kedua pembangkit tersebut memproduksi listrik untuk memenuhi kebutuhan Jakarta. "Hampir separuh produksi kita untuk PLN, itu suplai untuk listrik Jakarta," tutur dia.

Terkait itu, PHE ONWJ sedang mengkaji dampak reklamasi Teluk Jakarta terhadap kegiatan operasinya.

‎"Sedang lihat memang ada reklamasi di daerah pipa kita Muara Karang Tanjung Priok. Paling dekat nusantara regas, juga PHE ONWJ. Kami sedang kaji risiko apakah nanti bakalan, sedang observasi apa risikonya buat kita," tutup Dona.(Pew/Nrm)