BPTJ Bakal Tutup Gerbang Tol Karang Tengah

Oleh Septian Deny pada 11 Jul 2016, 14:49 WIB
Diperbarui 11 Jul 2016, 14:49 WIB
Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) merencana menonaktifkan gerbang tol Karang Tengah.
Perbesar
Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) merencana menonaktifkan gerbang tol Karang Tengah.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) merencana menonaktifkan gerbang tol Karang Tengah. Gerbang tol ini merupakan pintu masuk dan keluar utama pada tol Jakarta-Tangerang.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, gerbang tol ini bisa saja dihapuskan. Pasalnya, saat bertransaksi di Gerbang Tol Karang Tengah, tidak semua pengguna ruas tol menuju Jakarta, tetapi langsung ke Karawaci. Dengan demikian, tidak perlu bertransaksi di gerbang tol tersebut.

"Saya berpikir, habis Lebaran kita akan lihat kalau (GT) Karang Tengah dibuang," ujar dia di Jakarta, Senin (11/6/2016).

Menurut Herry, penghapusan gerbang tol Karang Tengah ini juga merupakan bagian dari program integrasi ruas tol yang dilakukan oleh pihaknya. Salah satu tujuannya yaitu untuk mengurangi penumpukan kendaraan di pintu masuk dan keluar tol.

"Saya pikir itu (integrasi jalan tol) harus. Ini lagi dievaluasi, artinya jangan orang berhenti untuk membayar transaksi yang tidak perlu. Dia kan transaksi, secara tujuan dia kan nggak di situ," kata dia.

Seperti diketahui, program intergrasi ruas tol telah dilaksanakan pada mudik Lebaran tahun ini. Program tersebut diujicoba pada ruas Cikarang Utama-Palimanan dan Palimanan Brebes Timur.

Dari adanya intergrasi ini, sebanyak tujuh gerbang tol bisa dinon-aktifkan sepanjang ruas tol Cikarang Utama hingga Brebes Timur. Itu artinya kendaraan tidak perlu antre pada gerbang tol tersebut sehingga lebih menghemat waktu.

 

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.

 

Tag Terkait